Menhub: 1,2 Juta Pemudik Gunakan Bus
Sabtu, 11 Juli 2015 | 16:38 WIB
Jakarta - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan 1,2 juta pemudik telah menggunakan bus jelang Lebaran 2015.
"Kalau penumpang kemarin sore, angkutan darat dengan bus sekitar 1,2 juta orang. Itu per kemarin jam enam sore," katanya seusai mengikuti acara mudik gratis yang diselenggarakan PT Jasa Raharja di Jakarta, Sabtu (11/7).
Jonan menambahkan jumlah penumpang lainnya yang mudik menggunakan angkutan udara 1,8 juta orang, kereta api 1,4 juta orang, angkutan laut 300 ribu orang dan kapal penyeberangan 800 ribu orang hingga Jumat (10/7).
Ia mengatakan jumlah pemudik tersebut cenderung melandai dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dan para pengguna moda transportasi masih belum mengalami masalah dengan pelayanan yang diberikan oleh pemerintah.
"Membaik dibandingkan tahun lalu, saya kira tahun ini lebih landai, lebih merata tapi belum besar," katanya.
Terkait aktivitas Gunung Raung, Jonan mengatakan pemerintah selalu melakukan tindakan preventif untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan, meskipun belum ada abu yang menutup runway bandara, termasuk di Bandara Ngurah Rai, Bali.
"Memang abu vulkanisnya belum mencapai runway, tapi kita khawatir kalau di udara sudah merah dan pesawat melintas, itu mungkin sangat berbahaya. Kalau mesin sampai overhaul itu biaya perawatannya jutaan dolar," ujarnya.
Ia memastikan pemerintah selalu berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), apabila ingin mengoperasikan kembali bandara-bandara yang sempat mengalami penutupan akibat dampak aktivitas vulkanik Gunung Raung.
"BMKG setiap jam akan meng-update, lalu kami lewat dirjen perhubungan udara akan memantau kegiatan atau aktivitas vulkanis gunung raung itu meningkat atau menurun," kata Jonan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




