Bahas Kangaroo Bond, Wamenkeu Sebut Simbol 75 Tahun dengan Australia
Rabu, 30 Juli 2025 | 18:13 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana untuk menerbitkan surat utang dengan denominasi dolar Australia. Nantinya, surat utang ini akan disebut sebagai Kangaroo Bond.
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono mengatakan Kangaroo Bond ini merupakan instrumen fiskal yang bertujuan untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sekaligus memperluas basis investor global.
“Rencana penerbitan Kangaroo Bond ini pun sudah dibahas bersama Utusan Khusus Perdana Menteri Australia untuk Asia Tenggara Nicholas Moore,” ungkap dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (30/7/2025).
Menurutnya, Kangaroo Bond akan menjadi simbol penguatan hubungan bilateral Indonesia-Australia selama lebih dari 75 tahun.
Wamenkeu melanjutkan, pengembangan zona ekonomi khusus keuangan dan pembangunan talenta di sektor jasa keuangan penting dilakukan sebagai pilar guna meningkatkan kepercayaan dan arus investasi ke dalam negeri.
Indonesia pun meyakini memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi salah satu hub keuangan skala global untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional melalui strategi pengembangan sektor keuangan yang efektif, inklusif, dan berkelanjutan.
Rencana penerbitan Kangaroo Bond sebelumnya telah diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (28/7/2025). Kepastian penerbitan Kangaroo Bond nantinya akan dipengaruhi oleh informasi dan timbal balik dari pertemuan investor serta hasil penilaian yang sangat hati-hati terhadap kondisi pasar.
Namun, Sri Mulyani menekankan penerbitan Kangaroo Bond akan dilakukan secara sangat hati-hati, mengingat penerbitan ini merupakan yang pertama. Selain Kangaroo Bond, Indonesia juga memiliki rencana penerbitan Dim Sum Bond, obligasi berdenominasi yuan China. Namun, kepastiannya akan diungkapkan pada semester II 2025.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




