ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemenperin Dorong Produk RI Banjiri Pasar AS setelah Tarif Turun

Kamis, 31 Juli 2025 | 17:32 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengimbau pelaku industri, khususnya di sektor pakaian jadi, alas kaki, furnitur, dan peralatan listrik, untuk memanfaatkan peluang ekspor ke Amerika Serikat (AS) yang terbuka lebar menyusul penurunan tarif menjadi 19%.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, tarif preferensial dari AS ini lebih kompetitif dibanding negara pesaing. Oleh karena itu, ia mendorong industri domestik untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas guna merebut pangsa pasar Amerika.

“Perusahaan-perusahaan yang sudah mengekspor ke AS, khususnya di sektor pakaian jadi, alas kaki, furnitur, dan peralatan listrik, kami dorong untuk memperbanyak produksi, meningkatkan daya saing, dan memanfaatkan peluang tarif ini untuk membanjiri pasar AS,” ujar Febri di Jakarta, Kamis (31/7/2025).

ADVERTISEMENT

Ia juga menegaskan komitmen Kemenperin dalam membantu ketersediaan bahan baku apabila dibutuhkan guna mendukung kelancaran produksi. Langkah ini bagian dari upaya membangun ekosistem industri nasional yang ekspor-orientatif.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan manufaktur binaan kami untuk memastikan kesiapan menghadapi peningkatan permintaan," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai bahwa penurunan tarif oleh pemerintah AS dari 32% menjadi 19% merupakan angin segar bagi sektor industri nasional.

Ia menyebut keputusan tersebut akan meningkatkan daya saing produk manufaktur Indonesia dan berdampak langsung terhadap peningkatan utilisasi pabrik, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan struktur industri dalam negeri.

“Langkah Amerika menurunkan tarif impor atas sejumlah komoditas ekspor kita akan membuka peluang ekspor lebih besar dan mendukung pertumbuhan sektor manufaktur,” kata Agus.

Menperin juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang berhasil mencapai kesepakatan tarif resiprokal dengan Presiden AS, Donald Trump. Kesepakatan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat hubungan dagang kedua negara.

Agus mengungkapkan, saat ini proporsi output manufaktur Indonesia untuk ekspor hanya sekitar 20%, sedangkan sisanya untuk pasar domestik. Dari jumlah tersebut, sebagian besar ditujukan ke pasar Amerika.

“Dengan tarif baru ini, ekspor ke AS diproyeksikan akan meningkat dan turut mendorong pertumbuhan industri secara menyeluruh,” tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenperin Buka Pendaftaran SMA dan SMK Vokasi 2026, Ini Syaratnya

Kemenperin Buka Pendaftaran SMA dan SMK Vokasi 2026, Ini Syaratnya

NASIONAL
Menperin Janji Permudah TKDN untuk IKM

Menperin Janji Permudah TKDN untuk IKM

EKONOMI
Kemenperin Perkuat Pengolahan Air dan Limbah

Kemenperin Perkuat Pengolahan Air dan Limbah

EKONOMI
Begini Cara Menperin Dongkrak Kualitas Kopi Indonesia

Begini Cara Menperin Dongkrak Kualitas Kopi Indonesia

EKONOMI
Kemenperin Waswas Perubahan Pajak Mobil Listrik Tekan Penjualan

Kemenperin Waswas Perubahan Pajak Mobil Listrik Tekan Penjualan

EKONOMI
Kemenperin Waspadai Dampak Geopolitik terhadap Bahan Baku Industri

Kemenperin Waspadai Dampak Geopolitik terhadap Bahan Baku Industri

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon