Perkuat Roadmap Baterai Kendaraan Listrik dengan Impor Lithium
Selasa, 5 Agustus 2025 | 18:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah terus memperkuat roadmap pengembangan ekosistem baterai listrik nasional untuk mendukung percepatan transisi energi dan industri kendaraan listrik.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Indonesia tengah menjajaki impor lithium dari Australia sebagai bagian dari strategi memperkuat rantai pasok baterai kendaraan listrik.
“Ekosistem baterai mobil ini kan bagian dari program hilirisasi. Dan ini sudah kita lakukan sejak tahun 2020,” ujar Bahlil dalam International Battery Summit di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (5/8/2025).
Pemerintah telah menyusun peta jalan (roadmap) ekosistem baterai kendaraan listrik sejak 2020, seiring dengan posisi Indonesia yang memiliki kekayaan sumber daya mineral strategis seperti nikel dan mangan. Namun, bahan baku penting lainnya, yakni lithium, tidak tersedia dalam jumlah memadai di dalam negeri.
“Oleh karena itu, kita akan menjalin kerja sama dengan Australia. Selama ini kita memang mengimpor lithium dari beberapa negara di Afrika, tetapi secara biaya logistik, impor dari Australia akan jauh lebih ekonomis,” jelas Bahlil.
Impor lithium dari Australia akan dilakukan melalui skema business to business (B2B), dengan perusahaan dalam negeri akan menjalin kontrak langsung dengan mitra Australia.
Langkah ini merupakan bagian integral dari akselerasi industri baterai dalam negeri yang sangat dibutuhkan untuk menyokong pertumbuhan kendaraan listrik.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, populasi kendaraan listrik di Indonesia pada 2024 telah mencapai 207,000 unit, meningkat 78% dari tahun sebelumnya.
Pemerintah menargetkan produksi dalam negeri mencapai 9 juta unit sepeda motor listrik dan 600.000 unit mobil serta bus listrik pada 2030. Realisasi target ini diharapkan mampu mengurangi konsumsi BBM sebesar 21,65 juta barel serta menekan emisi karbon hingga 7,9 juta ton CO2.
“Yang penting bagi kami adalah pengusaha tetap menanamkan modal dan pemerintah hadir untuk menciptakan ekosistem yang kondusif. Semua ini demi mencapai Indonesia yang lebih hijau dan mandiri secara energi,” pungkas Bahlil.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




