ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ekonom Sebut Pasar Butuh Waktu Nilai Kebijakan Menkeu Purbaya

Selasa, 9 September 2025 | 11:43 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin 8 September 2025.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin 8 September 2025. (Beritasatu.com/Maria Gabrielle Putrinda)

Jakarta, Beritasatu.com - Pergantian menteri keuangan (Menkeu) dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa memicu volatilitas pasar, tetapi para ekonom meminta pelaku pasar untuk bersabar.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Paramadina Ariyo Irhamna mengatakan, pelaku pasar masih membutuhkan waktu untuk menilai arah kebijakan menkeu baru.

Menurutnya, pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terjadi hanya merupakan respons jangka pendek terhadap ketidakpastian.

ADVERTISEMENT

"Penurunan IHSG saat kabinet baru dilantik bukanlah indikator fundamental negatif, melainkan respons awal terhadap ketidakpastian," ujar Ariyo dalam keterangannya, Selasa (9/9/2025).

Ariyo memproyeksikan dua kebijakan yang mungkin diambil oleh Menkeu Purbaya, yakni menaikkan penghasilan tidak kena pajak (PTKP) menjadi Rp 75 juta-Rp 80 juta per tahun untuk meningkatkan daya beli masyarakat menengah ke bawah.

Menurunkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 10%, dengan 1% ditanggung pemerintah (PPN DTP), untuk menjaga daya beli rumah tangga tanpa mengurangi drastis penerimaan negara.

Ia menekankan bahwa prioritas Menkeu Purbaya harus fokus pada pemulihan pertumbuhan ekonomi, sambil tetap menjaga stabilitas fiskal dan sosial.

Ariyo juga menilai ada perbedaan ideologis antara Sri Mulyani yang cenderung pro-pasar dengan Presiden Prabowo Subianto yang lebih mendorong peran aktif pemerintah melalui instrumen fiskal.

Ariyo mengingatkan bahwa menkeu baru harus menjaga disiplin fiskal agar APBN tidak menjadi ATM tanpa batas. Kecepatan implementasi kebijakan dan komunikasi yang efektif akan menjadi kunci kesuksesan.

"Kemenkeu diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi, responsif terhadap pasar, dan mampu mengeksekusi program fiskal serta sosial secara efisien," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

IHSG Kembali Rontok Lebih 1 Persen setelah Sri Mulyani Diganti

IHSG Kembali Rontok Lebih 1 Persen setelah Sri Mulyani Diganti

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon