ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BEI Kaji Peningkatan Batas Minimum Saham Publik Jadi 30 Persen

Jumat, 26 September 2025 | 18:10 WIB
MF
AD
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: AD
IHSG Hari Ini.
IHSG Hari Ini. (Antara/Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi XI DPR mendorong peningkatan batas minimum saham publik (free float) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi 30 persen dari sebelumnya di kisaran 7,5-10 persen. Dorongan ini dinilai penting untuk memperkuat likuiditas pasar modal nasional yang masih tertinggal dibanding negara ASEAN lain.

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menegaskan, pasar modal Indonesia membutuhkan porsi saham publik yang lebih besar agar investor memiliki akses lebih luas.

“Indonesia ini termasuk yang paling rendah free float share-nya. Harus ditingkatkan minimal di kisaran di atas 30 persen supaya likuiditas pasar modal bisa lebih kuat,” kata Misbakhun, belum lama ini.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, semakin besar porsi saham publik, semakin aktif pergerakan perdagangan saham dan semakin besar potensi aliran dana masuk ke pasar modal. “Share yang dibagi harus lebih banyak agar bisa diakses oleh publik,” ujarnya.

BEI Lakukan Kajian

Menanggapi hal tersebut, Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, bursa tengah mengkaji penyesuaian aturan pencatatan saham, termasuk terkait free float. Kajian dilakukan dengan memperhatikan kondisi emiten dan kemampuan investor, serta benchmarking dengan bursa global.

“BEI senantiasa memperhatikan relevansi pengaturan dengan dinamika pasar, serta seluruh kebijakan disusun melalui proses dengar pendapat bersama pemangku kepentingan,” ujar Nyoman, Jumat (26/9/2025).

Nyoman menyebut, konsep penyesuaian aturan akan segera dipublikasikan untuk mendapatkan masukan. Selain itu, BEI juga fokus mendorong penambahan IPO berskala besar guna meningkatkan nilai kapitalisasi free float.

Untuk memperkuat likuiditas, BEI menetapkan target IPO besar atau lighthouse IPO, yaitu penawaran umum dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 3 triliun dan free float minimal 15 persen atau setara Rp 700 miliar.

Lighthouse IPO diharapkan bisa menarik investor institusi domestik maupun asing yang memang menunggu kehadiran perusahaan besar dan bereputasi tinggi,” jelas Nyoman.

Sepanjang 2025, BEI telah mencatat lima lighthouse IPO, yaitu RATU, CBDK, YUPI, CDIA, dan EMAS. Kehadiran IPO besar ini dinilai memperkuat struktur pasar dan menambah likuiditas baru.

Bagi perusahaan yang sudah tercatat, BEI melakukan berbagai langkah untuk mendorong peningkatan free float. Antara lain melalui sosialisasi rutin, pemantauan periodik, hingga pemberian sanksi. Emiten dengan free float di bawah 5 persen dikenakan notasi khusus “X” dan ditempatkan di papan pemantauan.

Selain itu, bursa juga mengingatkan emiten mengenai opsi aksi korporasi yang dapat dilakukan untuk menambah saham publik, sekaligus meningkatkan kualitas perdagangan di pasar modal.

Dengan kombinasi peningkatan IPO berskala besar dan pengetatan aturan terhadap emiten eksisting, BEI berharap struktur pasar semakin sehat dan likuiditas semakin terjaga.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

IHSG Sepekan Menguat Tipis 0,18 Persen, Transaksi Bursa Justru Menguat

IHSG Sepekan Menguat Tipis 0,18 Persen, Transaksi Bursa Justru Menguat

EKONOMI
BEI: 11 Perusahaan Besar Siap IPO, Total Antrean 15 Emiten

BEI: 11 Perusahaan Besar Siap IPO, Total Antrean 15 Emiten

EKONOMI
BEI Tegaskan Dialog dengan MSCI Positif, Risiko Downgrade Mereda

BEI Tegaskan Dialog dengan MSCI Positif, Risiko Downgrade Mereda

EKONOMI
Menanti Validasi MSCI, Reformasi Pasar Modal RI Masih Dievaluasi

Menanti Validasi MSCI, Reformasi Pasar Modal RI Masih Dievaluasi

EKONOMI
BEI Pastikan Komunikasi Intensif dengan Investor dan Indeks Global

BEI Pastikan Komunikasi Intensif dengan Investor dan Indeks Global

EKONOMI
MSCI Resmi Umumkan Evaluasi Saham RI, Ini Keputusan Lengkapnya

MSCI Resmi Umumkan Evaluasi Saham RI, Ini Keputusan Lengkapnya

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon