Shell Bantah Isu PHK Massal Akibat BBM Langka di SPBU
Minggu, 28 September 2025 | 17:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Shell Indonesia membantah kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) pegawai lantaran bahan bakar minyak (BBM) langka di SPBU miliknya.
“Shell Indonesia mengklarifikasi bahwa informasi yang disampaikan adalah tidak benar,” kata manajemen Shell Indonesia seperti dilansir dari Antara, Minggu (28/9/2025).
Manajemen Shell Indonesia melalui pesan singkat juga menyebutkan tiga akun Instagram yang menyebarkan konten dengan narasi tidak benar, yaitu infotangerang.id, lawakscience, dan awreceh.id.
Lebih lanjut, manajemen menjelaskan kondisi sebenarnya dalam video yang beredar tersebut adalah kegiatan pengarahan rutin di salah satu SPBU Shell, yang sekaligus menjadi acara perpisahan salah satu anggota tim karena perpindahan lokasi kerja ke SPBU Shell lain.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi,” ujar manajemen Shell Indonesia.
Sebelumnya, pada Selasa (16/9/2025), President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian menyampaikan perusahaan melakukan penyesuaian kegiatan operasional SPBU karena kesulitan pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan di stasiun swasta.
Penyesuaian itu meliputi perubahan jam kerja, pengurangan hari kerja, hingga merumahkan sementara sebagian karyawan.
Ingrid menambahkan, meskipun ada penutupan sementara layanan BBM bensin seperti Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+, SPBU Shell tetap beroperasi melayani masyarakat dengan produk yang tersedia, antara lain Shell V-Power Diesel, Shell Recharge, bengkel, Shell Select, dan pelumas Shell.
Shell Indonesia menegaskan akan terus berupaya memastikan kelancaran distribusi dan penyediaan produk BBM di jaringan SPBU miliknya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




