ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Airlangga Targetkan Pembahasan Tarif Trump Rampung Akhir 2025

Senin, 20 Oktober 2025 | 14:09 WIB
TS
MK
Penulis: Theressia Sunday Silalahi | Editor: MBK
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membuka hari ke-2 Investor Daily Summit (IDS) 2025 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis, 9 Oktober 2025.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membuka hari ke-2 Investor Daily Summit (IDS) 2025 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis, 9 Oktober 2025. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan pembahasan tarif dagang dengan Amerika Serikat (AS) rampung pada Desember 2025.

Deadline tahun ini, bulannya, ya, Desember,” kata Menko Airlangga saat ditemui di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Lebih lanjut, ia mengatakan negosiasi dengan Negeri Paman Sam masih terus berjalan secara intens, terlebih sudah memasuki tahap penyusunan aspek hukum atau legal drafting.

ADVERTISEMENT

“Negosiasi (kami) sedang bicara dengan AS, dan kita akan terus bicara detail karena sekarang tahapannya adalah legal drafting. Tentu ini akan membutuhkan waktu,” ujar Airlangga.

Sementara itu, shutdown pemerintah AS masih berlangsung dan membuat rilis data ekonomi tertunda, sehingga investor lebih mencermati data yang dikeluarkan oleh pihak swasta akhir-akhir ini.

Di sisi lain, Menteri Keuangan AS menyatakan akan berbicara dengan mitra dagang dari China. Selain itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping pada akhir Oktober 2025 masih mungkin terjadi.

Komentar tersebut menimbulkan harapan bahwa tarif tambahan 100% terhadap China pada 1 November 2025 mungkin tidak akan diberlakukan.

Pekan ini, perhatian pelaku pasar masih akan tertuju pada perkembangan perang dagang antara AS dan China, serta earning season kuartal III 2025 yang akan memengaruhi pergerakan bursa Wall Street di AS.

Ketegangan AS–China kembali muncul setelah China pada Kamis (9/10/2025) mengumumkan pembatasan ekspor unsur tanah jarang yang memperluas kontrol atas teknologi pemrosesan dan manufaktur. Kebijakan tersebut juga melarang kerja sama dengan perusahaan asing tanpa izin pemerintah terlebih dahulu.

Sebagai respons, pada Jumat (10/10/2025), Presiden AS Donald Trump menyebut China menjadi “sangat bermusuhan” serta menjadikan AS dan seluruh dunia “sandera” lewat kebijakan pengetatan ekspor secara mendadak.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Nike Digugat Konsumen karena Tak Kembalikan Biaya Tarif Impor

Nike Digugat Konsumen karena Tak Kembalikan Biaya Tarif Impor

EKONOMI
Indonesia Akan Temui Perwakilan Dagang AS Bahas Investigasi Tarif

Indonesia Akan Temui Perwakilan Dagang AS Bahas Investigasi Tarif

EKONOMI
RI Siapkan Bukti Hadapi Investigasi Dagang Amerika Serikat

RI Siapkan Bukti Hadapi Investigasi Dagang Amerika Serikat

EKONOMI
Purbaya Yakin Investigasi Dagang AS Tak Pengaruhi Indonesia

Purbaya Yakin Investigasi Dagang AS Tak Pengaruhi Indonesia

EKONOMI
Trump Bakal Selidiki Praktik Perdagangan 16 Mitra Dagang, Termasuk RI

Trump Bakal Selidiki Praktik Perdagangan 16 Mitra Dagang, Termasuk RI

EKONOMI
Tok! Tarif Dagang RI ke AS Turun dari 19 Persen Jadi 15 Persen

Tok! Tarif Dagang RI ke AS Turun dari 19 Persen Jadi 15 Persen

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon