1 Tahun Prabowo-Gibran, Sektor Manufaktur Tunjukkan Kinerja Positif
Senin, 20 Oktober 2025 | 17:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, dalam satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sektor manufaktur Indonesia menunjukkan capaian yang sangat positif.
Data dan statistik menunjukkan pertumbuhan manufaktur terus meningkat, ekspor tetap kuat, serta penyerapan tenaga kerja dan investasi di sektor ini berjalan sesuai dengan harapan pemerintah.
“Pertumbuhan manufaktur baik, ekspor manufaktur juga cukup kuat. Penyerapan tenaga kerja dan investasi di bidang manufaktur berjalan sesuai target, bahkan di beberapa aspek melampaui ekspektasi. Ini tentu memberikan kontribusi yang sangat positif bagi kinerja ekonomi nasional,” ujar Agus di kantor Kemenperin Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025).
Meski demikian, Agus mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dibenahi. Pemerintah telah mengidentifikasi berbagai pekerjaan rumah yang menjadi prioritas agar kebijakan ke depan lebih tepat sasaran.
Ia menekankan pentingnya langkah mitigasi terhadap permasalahan yang pernah muncul agar tidak terulang di masa mendatang.
"Kita juga sudah memetakan problem-problem apa saja sehingga ke depannya kita bisa melakukan tindakan-tindakan yang sifatnya mitigasi terhadap problem-problem yang pernah muncul, yang tidak boleh muncul di kemudian hari," jelasnya.
Sebagai upaya mengurangi potensi pemutusan hubungan kerja (PHK), Agus menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap sektor manufaktur tidak hanya bertujuan menjaga industri, tetapi juga melindungi tenaga kerja di dalamnya.
“Itulah pentingnya pemerintah terus memberikan perhatian bagi sektor manufaktur. Yang kita lindungi bukan hanya industrinya, tetapi juga pekerja yang jumlahnya besar,” katanya.
Lebih lanjut, Agus menjelaskan strategi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan manufaktur melalui dua pendekatan, yakni defensif dan ofensif.
Pendekatan defensif berkaitan dengan kebijakan regulasi perlindungan seperti non-tariff measures (NTM) dan bea masuk antidumping (BMAD), sementara pendekatan ofensif dilakukan melalui stimulus dan insentif untuk mempercepat pertumbuhan industri.
“Kita harus optimistis dengan target pertumbuhan manufaktur 5,93%. Saat ini pertumbuhannya berada di kisaran 5,62%, dan insyaallah target tersebut bisa tercapai,” pungkas Agus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




