China Klaim Whoosh Lancar di Tengah Isu Utang yang Mencekik
Jumat, 24 Oktober 2025 | 05:45 WIB
Beijing, Beritasatu.com – Kementerian Luar Negeri China menanggapi isu restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh yang sedang hangat di Indonesia.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, menanggapi isu restrukturisasi utang Whoosh dengan menegaskan bahwa proyek tersebut beroperasi dengan baik dan memiliki manfaat komprehensif yang telah dihasilkan.
"Kereta api ini telah melayani lebih dari 11,71 juta penumpang, dengan arus penumpang yang terus meningkat secara stabil," ujar Guo Jiakun, Senin (20/10/2025) lalu, dikutip Beritasatu dari laman Kedutaan Besar China untuk Indonesia, Kamis (23/10/2025).
Ia menambahkan bahwa manfaat ekonomi dan sosial proyek tersebut terus terealisasi, termasuk penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat setempat dan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang jalur. Manfaat-manfaat ini telah diakui dan disambut baik oleh berbagai sektor di Indonesia.
Guo Jiakun juga menyoroti komitmen kedua negara terhadap proyek ini. Otoritas dan perusahaan terkait dari Indonesia dan China telah menjaga koordinasi yang erat untuk memastikan operasi kereta api yang aman dan stabil.
Secara khusus, China menekankan pentingnya evaluasi yang menyeluruh terhadap proyek infrastruktur skala besar. "Perlu ditekankan bahwa, ketika menilai sebuah proyek kereta cepat, selain angka-angka keuangan dan indikator ekonomi, seseorang juga harus mempertimbangkan manfaat publik dan pengembalian komprehensifnya," tegas Guo Jiakun.
China menyatakan kesiapan untuk terus bekerja sama dengan Indonesia guna memfasilitasi operasi Whoosh yang berkualitas tinggi.
Indonesia Kirim Tim untuk Negosiasi Restrukturisasi Utang
Sementara itu, Pemerintah Indonesia akan mengirim tim negosiasi, termasuk di dalamnya Danantara, ke China untuk membahas restrukturisasi utang Whoosh.
Salah satu poin yang dibicarakan adalah tawaran perpanjangan tenor pinjaman menjadi 60 tahun.
“Ini menjadi poin negosiasi kita berkaitan dengan jangka waktu pinjaman dan suku bunga pinjaman. Kemudian juga ada beberapa mata uang yang akan kita diskusikan dengan mereka,” ujar Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO BPI Danantara, Dony Oskaria, seusai bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di kantor Kementerian Keuangan, Kamis (23/10/2025).
Dony menambahkan, masalah utang hanya menyangkut pembiayaan pembangunan awal. Secara operasional, KCIC diklaim sudah membukukan kinerja operasional yang positif, ditunjukkan dari capaian EBITDA yang juga positif.
Untuk diketahui, awalnya utang proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) berasal dari China Development Bank (CDB) dengan tenor sekitar 40 tahun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




