ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

AP II Hendak Dorong Konektivitas Antarkota di Sumatera

Sabtu, 25 Juli 2015 | 08:43 WIB
YD
B
Penulis: Yohanes Harry Douglas | Editor: B1
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi (Antara/Vitalis Yogi Trisna)

Pekanbaru - PT Angkasa Pura (AP) II mendorong terciptanya konektivitas antarakota di Sumatera. Hal ini dapat mengurangi beban Soekarno-Hatta yang terus bertambah. Sebab, saat ini sekitar 20 persen penumpang di bandara tersebut merupakan penumpang transit.

"Jadi kalau konektivitas antarkota bagus, tidak perlu harus ke Jakarta dulu. Itu akan mengurangi beban Cengkareng," ujar Direktur Utama AP II Budi Karya Sumadi saat meninjau Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) di Pekanbaru, Riau, Jumat (24/7).

Selain itu, lanjut Budi, pertumbuhan ekonomi di kawasan juga akan bagus. "Kami kan memang terus meningkatkan peran Medan sebagai hub (titik kumpul). Di saat bersamaan kami juga ingin ada penerbangan antarkota di Sumatera, misalnya dari Pekanbaru ke Padang, ke Palembang, ke Batam, dan ke kota-kota lainnya. Ini juga akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Sumatera," ujarnya.

Saat ini, sudah ada penerbangan langsung dari Pekanbaru menuju Medan, Batam, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.

ADVERTISEMENT

Kini, AP II bekerja sama dengan Garuda Indonesia menciptakan konektivitas antara Palembang dengan kota-kota sekitarnya. "Sekarang sudah ada penerbangan dari Palembang ke Bengkulu, Jambi, Pangkal Pinang dan Lubuk Linggau. Kita ingin seperti ini merata di Sumatera," katanya.

Selain itu, bandara-bandara yang berstatus internasional juga akan didorong untuk meningkatkan jumlah penerbangan rute internasionalnya. Saat ini, Pekanbaru sudah memiliki penerbangan langsung ke Singapura dan sejumlah kota di Malaysia. "Kami ingin meningkatkan penerbangan internasional, saat ini kami sudah siapkan diskon landing fee maupun PSC. Nah, para GM bandara kita juga harus berjuang bersama Pemda untuk meningkatkan itu. Sebab, potensi penerbangan internasional kita cukup bagus," tutur Budi.

Karena itu, penataan area komersial dan pemilihan tenant juga menjadi hal penting. Budi berharap, bandara-bandara di bawah AP II diisi oleh tenant-tenant yang mengedepankan life style. Apalagi, karakteristik penumpang udara saat ini banyak kelas menengah yang mayoritas berusia muda. "Supaya mereka bisa nyaman di bandara. Kalau nyaman di bandara, mereka berangkat tidak mepet, sambil menunggu mereka memberikan pemasukan lewat tenant-tenant. Ini akan kita tingkatkan terus," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon