Suntikan Rp 200 T Sulit Terserap Akibat Demand Kredit Melambat
Jumat, 14 November 2025 | 18:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menginjeksi dana sebesar Rp 200 triliun ke Himbara untuk mendorong perputaran ekonomi nasional.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa pertumbuhan kredit perbankan masih lesu. Ia memperkirakan laju pertumbuhan kredit perbankan sampai akhir 2025 hanya berada di kisaran 8–11%, lebih rendah dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 10,39%.
Kepala Ekonomi BCA, David Sumual, mengungkapkan bahwa sebenarnya tidak ada persoalan dari sisi supply perbankan. Masalah justru berasal dari sisi permintaan kredit.
“Tidak terlalu ada masalah sebenarnya dari sisi supply. Masalah utamanya memang masih di sisi demand,” ungkap David kepada Beritasatu.com, Jumat (14/11/2025).
David menjelaskan, tingginya ketidakpastian global membuat pelaku usaha memilih bersikap wait and see. Banyak pengusaha dan investor lebih memilih menggunakan dana internal (retained earnings) daripada mengambil kredit baru karena risiko ekonomi yang masih tinggi.
Ia menambahkan, kelebihan likuiditas di perbankan juga cenderung ditempatkan pada instrumen berimbal hasil tinggi, seperti deposito, sesuai kondisi high-rate environment saat ini.
Meski demikian, kualitas kredit dinilai masih solid. “Kalau kita lihat, kualitas kredit masih terjaga di level sekitar 2,2%. Loan at risk juga cenderung menurun, relatif stabil di kisaran 9,5%,” jelas David.
David tetap optimistis permintaan kredit akan meningkat pada 2026 seiring sejumlah faktor musiman dan kebijakan fiskal. Aktivitas konsumsi biasanya naik pada momentum tertentu, seperti bulan puasa, Lebaran, dan akhir tahun, sehingga mendorong permintaan dari pelaku usaha.
Selain itu, berbagai program pemerintah yang sebelumnya terhambat kondisi geopolitik dan tensi perang dagang diperkirakan mulai berjalan lebih efektif tahun depan.
“Banyak pengusaha pasti akan mempersiapkan usahanya untuk mengantisipasi peningkatan permintaan. Jadi kita berharap sampai kuartal I ini masih ada pengaruh positif, apalagi kita melihat realisasi belanja pemerintah sudah mulai kick in ke sistem perekonomian secara keseluruhan,” pungkas David.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




