Jual Hotel Pullman Ciawi, Pendapatan Agung Podomoro Turun
Rabu, 26 November 2025 | 16:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 2,64 triliun hingga kuartal III 2025. Jumlah tersebut turun 4,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya/year on year (yoy) sebesar Rp 2,77 triliun.
Pada periode yang sama, pengakuan penjualan naik menjadi Rp 1,65 triliun atau tumbuh 1,2% dibandingkan kuartal III 2024 sebesar Rp 1,63 triliun. Sementara itu, pendapatan berulang dari sektor perhotelan dan mal sebesar Rp 988,8 miliar atau turun 13,3% dari Rp 1,14 triliun.
“Adapun laba komprehensif kuartal III 2025 tercatat sebesar Rp 28,21 miliar,” kata Corporate Secretary APLN, Justini Omas dalam keterangan resmi, Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Justini menjelaskan, kinerja perusahaan mengalami koreksi tipis akibat penjualan hotel Pullman Ciawi Vimala Hills pada akhir 2024. Namun, penjualan aset dengan value tinggi tersebut mampu memperkuat fundamental bisnis perusahaan, terutama dengan adanya percepatan pelunasan utang.
“Sehingga beban bunga APLN di kuartal III 2025 turun hampir 38% menjadi sebesar Rp 311,37 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 502,55 miliar,” imbuhnya.
Di tengah tekanan yang dialami pasar properti nasional, kinerja APLN tetap berada pada level yang solid dengan minat konsumen yang terus terjaga terhadap produk hunian kami. Bisnis mal dan hotel juga memberikan pendapatan berulang yang tetap positif.
Hingga September 2025, marketing sales APLN mencapai Rp 1,24 triliun. Kontribusi terbesar tetap berasal dari segmen rumah tapak, yang menunjukkan daya serap kuat melalui proyek-proyek seperti Podomoro Park Bandung, Bukit Podomoro Jakarta, dan Podomoro Golf View.
Di sisi lain, permintaan terhadap hunian tapak juga terus bergerak positif seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan ruang tinggal yang lebih fungsional, nyaman, dan bernilai investasi jangka panjang.
Memasuki kuartal IV 2025, perseroan optimistis penjualan dan pendapatan usaha akan tumbuh positif dibandingkan kuartal sebelumnya. Momentum perayaan Natal dan liburan akhir tahun akan menjadi sumber utama pendapatan berulang, baik dari sektor perhotelan maupun pusat perbelanjaan.
Berbagai stimulus yang diberikan pemerintah ke sektor riil diharapkan mampu menciptakan keyakinan konsumen untuk melakukan transaksi maupun investasi di sektor properti.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




