Pasar Saham Asia Dibuka Bergerak Mix Menanti Rapat The Fed
Senin, 8 Desember 2025 | 10:14 WIB
Sydney, Beritasatu.com – Saham Asia bergerak bervariasi pada perdagangan Senin (8/12/2025), di tengah spekulasi investor yang memperkirakan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), akan memangkas suku bunga.
Pasar memperkirakan peluang sekitar 85 persen terhadap pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin dari kisaran saat ini 3,75%–4,00%. Keputusan untuk mempertahankan suku bunga akan menjadi kejutan besar bagi pasar keuangan global.
Survei Reuters terhadap 108 analis menunjukkan hanya 19 analis yang memperkirakan tidak ada perubahan, sementara sisanya memproyeksikan pemangkasan.
Ekonom JPMorgan, Michael Feroli, memperkirakan akan ada setidaknya dua penolakan dalam rapat FOMC dari kubu yang menginginkan suku bunga tetap. Ia juga menilai kemungkinan hanya mayoritas tipis dari 19 peserta FOMC yang akan menilai pemangkasan pada Desember sebagai langkah tepat.
Di kawasan Asia, indeks Nikkei Jepang turun 0,3% setelah mencatat kenaikan 0,5% pekan lalu. Indeks saham Korea Selatan turun 0,3% setelah melonjak 4,4% pada pekan sebelumnya seiring konfirmasi penurunan tarif impor AS atas ekspor negara tersebut.
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun tipis 0,1% dalam perdagangan sepi. Saham unggulan China diperkirakan menunggu rilis data perdagangan November untuk melihat dampak tarif terhadap kinerja ekspor.
Harapan terhadap stimulus lanjutan dari The Fed telah menopang pasar saham dalam beberapa pekan terakhir, tetapi risiko panduan kebijakan yang lebih hawkish membuat pergerakan pasar cenderung berhati-hati menjelang pertengahan pekan.
Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10 tahun naik tipis ke level 4,146 persen setelah melonjak 9 basis poin pada pekan lalu.
Penguatan imbal hasil tersebut menopang pergerakan dolar AS yang stabil setelah dua pekan melemah. Indeks dolar tercatat berada di level 99,013, sementara nilai tukar yen Jepang berada di posisi 155,37 per dolar AS setelah sempat menyentuh level terendah tiga pekan di 154,34 pada akhir pekan kemarin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




