ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Prospek Ekonomi 2026 Dinilai Cerah, Pertumbuhan Bisa Capai 5 Persen

Rabu, 10 Desember 2025 | 07:08 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026.
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani menyampaikan keyakinannya bahwa perekonomian Indonesia tahun depan berpeluang tumbuh lebih baik dibanding tahun ini, berada di kisaran 5%-5,2% secara tahunan (yoy).

Ia menjelaskan bahwa proyeksi tersebut didukung oleh struktur demografi Indonesia yang didominasi penduduk usia muda, sehingga menjadi penggerak utama konsumsi domestik.

“Faktor demografi sangat mempengaruhi perekonomian suatu negara, di mana kontribusi dari konsumsi dan investasi itu yang paling besar mendominasi pada pertumbuhan ekonomi,” ujar Aviliani di Jakarta, Selasa (9/12/2025).

ADVERTISEMENT

Aviliani menuturkan bahwa negara-negara maju umumnya mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi, hanya sekitar 2%-3%, karena populasi mereka memasuki fase aging population. Kondisi tersebut menekan kontribusi konsumsi dan investasi terhadap pertumbuhan.

Sebaliknya, negara berkembang cenderung mencatat pertumbuhan lebih tinggi di kisaran 4%-6%, termasuk Indonesia. Untuk mencapai target tersebut, menurut Aviliani, pemerintah perlu menjaga daya beli masyarakat dan memastikan peningkatan investasi.

“Yang penting dijaga daya belinya, kemudian swasta dan BUMN itu dibiarkan untuk berinvestasi dengan pergerakan yang lebih cepat, sehingga dua ini akan mendominasi dari pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.

Ia menambahkan, prospek pertumbuhan tahun depan semakin solid karena sikap wait and see investor terhadap pemerintahan baru mulai mereda setelah satu tahun berjalan. Arus modal asing yang masuk menunjukkan bahwa Indonesia tetap dipandang menarik sebagai tujuan investasi.

“Itu kan menunjukkan bahwa untuk berinvestasi, Indonesia itu sebenarnya masih punya peluang,” ujarnya.

Namun, Aviliani mengingatkan bahwa tantangan besar masih ada, terutama terkait pemerataan ekonomi. Ia menyoroti bahwa sebagian masyarakat mengalami tekanan daya beli akibat kondisi ekonomi yang berfluktuasi, sementara kelompok lain tidak terdampak.

“Masalahnya kan pemerataan, jadi tugasnya pemerintah adalah (ekonomi) tumbuh 5%, juga harus merata dan lebih berkualitas,” tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon