ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Rebranding BRI Perkuat Transformasi dengan Layanan Inklusif untuk Semua Kalangan

Rabu, 17 Desember 2025 | 08:43 WIB
GN
YM
Penulis: Gesa Vitara Puspa Nur | Editor: YM
Peluncuran BRI Corporate Re-branding di Menara BRILiaN Jakarta, Selasa, 16 Desember 2025.
Peluncuran BRI Corporate Re-branding di Menara BRILiaN Jakarta, Selasa, 16 Desember 2025. (Beritasatu.com/Gesa Vitara)

Jakarta, Beritasatu.comPT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) resmi meluncurkan strategi corporate rebranding sebagai bagian dari upaya memperkuat relevansi bisnis di tengah perubahan perilaku nasabah dan dinamika industri keuangan. Melalui langkah ini, BRI menegaskan transformasinya menuju bank universal yang melayani seluruh segmen masyarakat, tanpa meninggalkan fondasi kuat di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa rebranding merupakan respons strategis terhadap tantangan zaman sekaligus kebutuhan untuk memperluas basis nasabah. Selama ini, BRI dikenal luas sebagai bank kerakyatan dengan kekuatan utama di segmen mikro. Namun ke depan, perseroan ingin tampil lebih modern, inklusif, dan relevan bagi generasi urban dan nasabah muda.

“Kami ingin memperluas positioning BRI sebagai bank universal lebih modern, lebih inklusif, lebih dekat dengan milenial, kemudian kita memperluas jangkauan kita," ujar Hery saat peluncuran BRI Corporate Re-branding di Menara BRILiaN Jakarta, Selasa (16/12/2025).

ADVERTISEMENT

Hery menjelaskan, sejumlah riset independen dari Kantar, Kadence, dan Nielsen menunjukkan bahwa BRI memiliki tingkat kepercayaan dan aksesibilitas yang sangat tinggi. Namun di sisi lain, citra BRI dinilai masih terlalu lekat dengan segmentasi kerakyatan, sehingga memunculkan persepsi kurang relevan di kalangan masyarakat urban dan Generasi Z.

Kondisi tersebut mendorong perseroan untuk melakukan penyegaran identitas merek, guna mengubah persepsi publik sekaligus menyelaraskan brand BRI dengan ekspektasi nasabah masa depan.

“Kami ingin BRI tidak hanya dipandang sebagai bank untuk segmen tertentu, tetapi sebagai bank yang hadir untuk semua,” kata Hery.

Salah satu elemen utama rebranding ini tercermin pada pembaruan identitas visual. Logo BRI dipertahankan dengan penguatan karakter, namun diperbarui melalui penggunaan warna biru yang lebih cerah, yang disebut Nusantara Blue. Warna ini tetap menjaga kontinuitas historis BRI, sekaligus merepresentasikan semangat progresif dan orientasi pada pelanggan.

Nusantara Blue dikombinasikan dengan palet biru sekunder serta warna putih untuk menciptakan kesan kontemporer, tenang, dan modern sejalan dengan transformasi bisnis yang tengah dijalankan perseroan.

Peluncuran BRI Corporate Re-branding di Menara BRILiaN Jakarta, Selasa, 16 Desember 2025.
 - (Beritasatu.com/Gesa Vitara)
Peluncuran BRI Corporate Re-branding di Menara BRILiaN Jakarta, Selasa, 16 Desember 2025. - (Beritasatu.com/Gesa Vitara)

Rebranding tersebut juga diiringi transformasi menyeluruh, mencakup aspek bisnis, enabler, hingga budaya perusahaan. BRI memperkenalkan nilai budaya kerja “BRILiaN Way” yang terdiri atas lima pilar utama, yakni integrity, collaborativeaccountability, growth mindset, dan customer focus. Nilai-nilai ini menjadi fondasi dalam memperkuat eksekusi strategi dan meningkatkan daya saing jangka panjang.

Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Utama BRI Kartika Wirjoatmodjo menegaskan bahwa transformasi menuju bank universal tidak akan menggeser komitmen BRI di segmen UMKM, khususnya mikro. Sebaliknya, perseroan justru memperluas peran dengan membangun ekosistem terintegrasi yang menghubungkan segmen mikro, consumer, hingga korporasi.

“Sebagai bank universal, BRI akan masuk lebih dalam ke segmen urban, consumer, dan corporate. Seluruh segmen ini kami rajut dalam satu ekosistem, yang merupakan satu supply chain yang menggabungkan antara ekonomi desa dengan ekonomi kota, dengan program-program yang saling terkoneksi,” ujar Kartika.

Sementara itu, COO Danantara Donny Oskaria menilai rebranding BRI mencerminkan kesadaran manajemen bahwa perubahan merupakan keniscayaan dalam menjaga keberlanjutan bisnis. Menurutnya, rebranding bukan sekadar soal identitas visual, melainkan refleksi dari kesiapan organisasi untuk terus beradaptasi.

"Sebenernya rebranding itu bukan masalah apa menjadi apa, tetapi bagi saya yang paling penting adalah ada satu pemahaman yang baik dari manajemen, bahwa setiap saat itu kita harus berubah. Bahwa yang namanya perubahan itu adalah satu keharusan," tegasnya.

Melalui langkah ini, BRI menargetkan perubahan persepsi publik agar perseroan dipandang sebagai bank universal dengan layanan menyeluruh. Di sisi fundamental, perseroan tetap memperkuat struktur pendanaan dan funding franchise, dengan penyaluran kredit khususnya di segmen mikro sebagai bisnis inti yang menopang pertumbuhan berkelanjutan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Penyaluran KUR BRI Tembus Rp 84,36 Triliun

Penyaluran KUR BRI Tembus Rp 84,36 Triliun

EKONOMI
Pengusaha Malang Ditahan dalam Kasus Kredit Fiktif KoinWorks

Pengusaha Malang Ditahan dalam Kasus Kredit Fiktif KoinWorks

NASIONAL
Andalkan KUR, UMKM Anggrek Mekar di Marketplace

Andalkan KUR, UMKM Anggrek Mekar di Marketplace

EKONOMI
Perjuangan Haji Yaya Jalani Usaha Kerupuk Sejak Era Soeharto

Perjuangan Haji Yaya Jalani Usaha Kerupuk Sejak Era Soeharto

EKONOMI
Kumandang Takbir Iringi Semangat Berbagi Kurban di BRI

Kumandang Takbir Iringi Semangat Berbagi Kurban di BRI

NASIONAL
Perjuangan UMKM Meraih Mimpi lewat Keramik Batik

Perjuangan UMKM Meraih Mimpi lewat Keramik Batik

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon