AS Klaim Harga Minyak Venezuela Naik 30 Persen setelah Penjualan
Jumat, 16 Januari 2026 | 17:55 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengeklaim berhasil memperoleh harga sekitar 30% lebih tinggi dalam penjualan minyak mentah Venezuela, menyusul transaksi perdana senilai sekitar US$ 500 juta. Hal tersebut disampaikan Menteri Energi AS Chris Wright, Kamis (15/1/2026).
Melansir CNBC, Jumat (16/1/2026), juru bicara Departemen Energi AS mengatakan penjualan awal minyak Venezuela telah rampung dan pengiriman berikutnya diperkirakan berlangsung dalam beberapa hari hingga pekan ke depan.
“Kami mendapatkan harga jual sekitar 30% lebih tinggi ketika menjual barel minyak yang sama dibandingkan dengan harga jual barel minyak yang sama tiga minggu lalu,” kata Wright dalam sebuah acara Asosiasi Energi AS.
Penjualan minyak tersebut dilakukan setelah pasukan khusus AS menangkap mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam sebuah operasi yang bertujuan memulihkan stabilitas politik di negara Amerika Latin tersebut.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan Venezuela akan menyerahkan sekitar 30 juta hingga 50 juta barel minyak yang masih berada di bawah sanksi AS. Minyak tersebut akan dijual dengan harga pasar, sementara hasil penjualannya akan dikelola pemerintah AS agar dinilai menguntungkan kedua negara.
Pemerintah AS menegaskan penjualan minyak Venezuela ini baru gelombang awal dan akan berlanjut tanpa batas waktu.
Venezuela diketahui memiliki cadangan minyak mentah terbukti terbesar di dunia, sekitar 303 miliar barel. Namun, minimnya investasi selama bertahun-tahun membuat industri migas negara itu merosot tajam.
Produksi minyak Venezuela kini hanya sekitar 800.000 barel per hari, jauh di bawah puncaknya pada era 1990-an yang mencapai 3,5 juta barel per hari.
Trump juga mengumumkan rencana investasi setidaknya US$ 100 miliar dari perusahaan-perusahaan minyak untuk membangun kembali sektor energi Venezuela. Pemerintah AS juga akan memberikan jaminan guna memastikan investor memperoleh keuntungan signifikan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




