ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wanti-wanti Pimpinan DJP, Purbaya: Jangan Sampai Dikibuli Bawahan

Kamis, 22 Januari 2026 | 16:07 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Beritasatu.com/Addin Anugrah Siwi)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pimpinan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) harus bertanggung jawab penuh terhadap perilaku dan kinerja bawahannya. Ia menekankan, jika terjadi penyimpangan, atasan tak bisa lagi berdalih tidak tahu atau menutup mata.

“Atasannya harus mengawasi betul kerja bawahannya. Jangan sampai terlibat, tetapi jangan juga sampai dikibulin, bawahannya hanya main-main, atasannya enggak tahu,” kata Purbaya dalam pidato pelantikan empat pejabat DJP di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara, Kamis (22/1/2026).

Purbaya menekankan, tidak ada ruang bagi pimpinan untuk berdalih tidak mengetahui pelanggaran yang dilakukan anak buah. Menurutnya, setiap tindakan bawahan berada dalam pengawasan dan tanggung jawab langsung atasan.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan, pemerintah tidak akan ragu menjatuhkan sanksi tegas kepada pegawai pajak yang menyalahgunakan kewenangan. Sanksi tegas akan dijatuhkan, mulai dari mutasi ke wilayah terpencil hingga pemberhentian permanen sesuai tingkat pelanggaran.

“Saya tidak ragu untuk menyampaikan sikap bahwa pegawai pajak yang menyalahgunakan kewenangan akan dikenakan sanksi keras, mulai dari mutasi ke wilayah terpencil sampai pemberhentian sesuai tingkat pelanggarannya,” ujarnya.

Purbaya menyatakan, langkah tegas ini bukan didorong emosi atau pencitraan, melainkan karena negara tidak boleh kalah oleh praktik penyimpangan. Ia mengingatkan, saat ini masih adanya pegawai pajak yang tengah diproses hukum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan kasus-kasus tersebut menunjukkan pentingnya peran pengawasan pimpinan.

“Pegawai di bawah itu tidak bekerja sendirian, mereka diawasi oleh atasannya,” kata Purbaya.

Pada kesempatan yang sama, Purbaya menyampaikan bahwa penataan organisasi DJP akan terus dilakukan hingga ke berbagai level kantor wilayah lainnya. Rotasi jabatan disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan penerimaan pajak dan memastikan seluruh unit bekerja sesuai tugasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa citra institusi perpajakan tidak ditentukan oleh individu, melainkan oleh perilaku seluruh jajaran. Karena itu, kinerja dan integritas pejabat pajak berpengaruh langsung terhadap penerimaan negara.

Image-nya bukan saya, bukan Anda, tetapi image pajak dan keuangan dan yang paling penting, itu bisa berpengaruh kepada pendapatan negara,” ujarnya.

Purbaya menegaskan, para pejabat yang baru dilantik memimpin unit garis depan yang setiap hari berhadapan dengan wajib pajak dan dunia usaha. Di titik inilah, kata dia, kepercayaan negara dipertaruhkan.

“Jabatan saudara itu amanah. Ini bukan sekadar soal pendapatan, tetapi menentukan kepercayaan negara,” pungkasnya.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

'Menuju Indonesia Bangkrut', Dejavu 1998: Mengapa Mahasiswa Turun ke Jalan?

'Menuju Indonesia Bangkrut', Dejavu 1998: Mengapa Mahasiswa Turun ke Jalan?

NASIONAL
Pedagang Tahu dan Tempe Menjerit, Purbaya Janji Stabilkan Rupiah

Pedagang Tahu dan Tempe Menjerit, Purbaya Janji Stabilkan Rupiah

EKONOMI
Keterangan Menkeu Purbaya Mengenai Tax Amnesti

Keterangan Menkeu Purbaya Mengenai Tax Amnesti

MULTIMEDIA
Rilis APBN KiTa Edisi April 2026

Rilis APBN KiTa Edisi April 2026

MULTIMEDIA
Purbaya Kritik Coretax yang Masih Muter-muter, Bos Pajak Buka Suara

Purbaya Kritik Coretax yang Masih Muter-muter, Bos Pajak Buka Suara

EKONOMI
Live Tiktok, Purbaya Bicara LPDP Tetap Jalan-Kebijakan Market Place

Live Tiktok, Purbaya Bicara LPDP Tetap Jalan-Kebijakan Market Place

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon