Kala Danantara Jadi Ujung Tombak Tarik Investor di WEF Davos
Jumat, 23 Januari 2026 | 18:48 WIB
Prabowo juga mengungkapkan bahwa kinerja ekonomi Indonesia mendapat pengakuan dari Dana Moneter Internasional (IMF), yang memandang Indonesia sebagai salah satu titik terang global di tengah tekanan ekonomi eksternal.
“Ketika dunia menghadapi pengetatan kondisi keuangan, ketegangan perdagangan, dan ketidakpastian politik, Indonesia terus tumbuh,” ujar dia.
Menurut Prabowo, pengakuan tersebut didasarkan pada data dan kebijakan nyata, bukan sekadar optimisme. “Lembaga-lembaga internasional tidak memuji kami karena optimisme yang tidak berdasar. Mereka melakukannya karena bukti,” katanya.
Menanggapi pidato tersebut, direktur eksekutif Celios Bhima Yudhistira Adhinegara menilai Danantara menjadi kunci utama pesan Presiden Prabowo di WEF, terutama dalam konteks kerja sama investasi industri.
“Kunci pidato Prabowo terletak pada kehadiran Danantara yang mengajak co-invest atau kerja sama investasi industri kepada peserta WEF, meskipun jenis industri masa depan tidak dijelaskan secara detail,” kata Bhima.
Bhima menambahkan, Prabowo berupaya membangun kredibilitas pemerintah melalui pendekatan inward looking, yakni dengan menekankan capaian domestik selama satu tahun masa pemerintahan. Pidato diawali dengan penegasan bahwa Indonesia mampu bertahan di tengah tekanan global, defisit APBN tetap terjaga di bawah 3%, serta kemampuan membayar utang dinilai masih solid.
“Tanggapan ini muncul karena adanya dampak pelebaran defisit APBN terhadap pelemahan nilai tukar rupiah, yang menjadi perhatian pelaku pasar global,” ujar Bhima.
Ia menilai, pidato tersebut diharapkan dapat mengubah persepsi investor internasional agar melihat Indonesia sebagai negara dengan risiko fiskal yang terkelola secara hati-hati.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung sejumlah program strategis, seperti makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Penegasan komitmen terhadap kepastian hukum (rule of law) di akhir pidato dinilai Bhima sebagai salah satu kekuatan utama pemerintahan saat ini.
“Memang harus diakui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) bekerja cepat menertibkan izin di kawasan hutan,” kata Bhima.
Namun demikian, Bhima menilai masih terdapat ruang penguatan, terutama terkait ajakan investasi di sektor transisi energi, seperti rencana pembangunan 100 GW panel surya di desa-desa.
“Peluang transisi energi idealnya menjadi daya ungkit bagi ekonomi Indonesia, karena sebagian investor yang hadir di WEF berlatar belakang sektor energi,” ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




