Danantara Ungkap Rencana Konsolidasi BUMN Asuransi Jadi 3 Entitas
Rabu, 28 Januari 2026 | 16:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia mengungkapkan rencana pembentukan holding asuransi badan usaha milik negara (BUMN) sebagai bagian dari agenda besar transformasi industri asuransi nasional.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, sektor asuransi di BUMN masih menyimpan banyak pekerjaan rumah yang perlu segera dibenahi. Persoalan tersebut mencakup tata kelola, manajemen risiko, hingga struktur industri yang dinilai belum efisien.
Menurutnya, industri asuransi merupakan salah satu sektor yang belum berkembang optimal di Indonesia, meskipun memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar.
"Asuransi ini mungkin kalau saya boleh menyampaikan apa adanya, salah satu industri yang memang harus kita improve di Indonesia," ungkap Dony dalam acara Investor Daily Round Table di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Ia menambahkan, Danantara dalam beberapa waktu terakhir telah melakukan diskusi intensif dengan Otoritas Jasa Keuangan terkait pembenahan sektor asuransi nasional. Pembahasan tersebut meliputi penguatan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, potensi risiko sistemik, hingga peluang pertumbuhan jangka panjang industri asuransi.
Hasil pemetaan menunjukkan bahwa perusahaan asuransi BUMN menghadapi persoalan yang kompleks dan beragam. Mulai dari skala usaha yang relatif kecil dan kurang efisien, hingga tumpang tindih fungsi antara asuransi, penjaminan, serta pembiayaan risiko kredit.
Saat ini, tercatat sekitar 15 perusahaan asuransi berstatus BUMN. Pemerintah menilai jumlah tersebut terlalu banyak dan tidak efisien dari sisi pengelolaan maupun daya saing.
Karena itu, pada tahun ini ditargetkan hanya akan tersisa tiga entitas asuransi utama dengan fokus bisnis yang lebih jelas, yakni asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit.
Menurut Dony, konsolidasi ini bertujuan membentuk perusahaan asuransi BUMN yang lebih besar dari sisi aset dan permodalan, lebih fokus dalam menjalankan bisnis, kuat dalam pengelolaan risiko, serta mampu bersaing di tingkat nasional.
"Kita sudah push untuk dilakukan hanya akan menjadi tiga perusahaan asuransi. Tentu akan ada life insurance, general insurance dan credit insurance," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




