ICAO Teken MoU Tingkatkan SDM Pilot Lokal
Jumat, 3 Februari 2012 | 14:46 WIB
Dalam kerjasama ini, ICAO mengalokasikan sebesar Rp 8 miliar hingga 2013 mendatang.
Indonesia menandatangani kerja sama dengan organisasi penerbangan sipil internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO) guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang penerbangan.
Tujuannya, menguatkan industri penerbangan dalam negeri.
Penandantangan dilakukan antara Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan, Capt. Bobby R. Mamahit dan Sekjen ICAO, Mr Raymond Benjamin untuk Project INS/11/801: Institutional Strengthening of the Indonesian Civil Aviation Institute (ICAI), di Curug, Tangerang.
"Akan ada beberapa rekomendasi dari ICAO untuk meningkatkan kualitas STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Penerbangan)," kata Kepala BPSDM, Kementerian Perhubungan, Capt. Bobby R. Mamahit, dalam telewicara dengan wartawan, Jakarta, hari ini.
Bentuk kerjasama tersebut antara lain dengan menyiapkan struktur dan sistem yang handal sehingga bisa mnencetak kualitas SDM sesuai standard ICAO. Dalam kerjasama ini, ICAO mengalokasikan sebesar Rp 8 miliar hingga 2013 mendatang. Sementara BPSDM menganggarkan dana untuk bantuan teknis (technical assistance) sebesar Rp 2,9 miliar.
Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, yang juga hadir dalam telewicara berharap STIP tidak hanya berkualitas untuk SDM dalam negeri tapi juga luar negeri. "STIP diharapkan bisa membuka pendidikan latihan untuk negara lain, misalnya Asia Timur, Afrika, atau Asia Tengah," tutur Bambang.
Indonesia menandatangani kerja sama dengan organisasi penerbangan sipil internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO) guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang penerbangan.
Tujuannya, menguatkan industri penerbangan dalam negeri.
Penandantangan dilakukan antara Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan, Capt. Bobby R. Mamahit dan Sekjen ICAO, Mr Raymond Benjamin untuk Project INS/11/801: Institutional Strengthening of the Indonesian Civil Aviation Institute (ICAI), di Curug, Tangerang.
"Akan ada beberapa rekomendasi dari ICAO untuk meningkatkan kualitas STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Penerbangan)," kata Kepala BPSDM, Kementerian Perhubungan, Capt. Bobby R. Mamahit, dalam telewicara dengan wartawan, Jakarta, hari ini.
Bentuk kerjasama tersebut antara lain dengan menyiapkan struktur dan sistem yang handal sehingga bisa mnencetak kualitas SDM sesuai standard ICAO. Dalam kerjasama ini, ICAO mengalokasikan sebesar Rp 8 miliar hingga 2013 mendatang. Sementara BPSDM menganggarkan dana untuk bantuan teknis (technical assistance) sebesar Rp 2,9 miliar.
Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, yang juga hadir dalam telewicara berharap STIP tidak hanya berkualitas untuk SDM dalam negeri tapi juga luar negeri. "STIP diharapkan bisa membuka pendidikan latihan untuk negara lain, misalnya Asia Timur, Afrika, atau Asia Tengah," tutur Bambang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




