ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sinkronisasi Pajak dan Dunia Usaha Jadi Sorotan DPR

Rabu, 11 Februari 2026 | 20:22 WIB
JG
AD
Penulis: Juan Ardya Guardiola | Editor: AD
Anggota Komisi XI DPR Kamrussamad
Anggota Komisi XI DPR Kamrussamad (Beritasatu.com/Juan Ardya Guardiola)

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi XI DPR Kamrussamad menegaskan pentingnya titik temu antara kebijakan perpajakan pemerintah dan kepentingan dunia usaha di tengah tantangan ekonomi serta dinamika iklim usaha pada 2026.

Menurut dia, kebijakan fiskal tidak semata-mata berfokus pada optimalisasi penerimaan negara, tetapi juga harus mampu menumbuhkan kepercayaan (confidence) investor sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Hal itu disampaikannya seusai menghadiri acara The Forum B-Universe.

"Titik temunya adalah perlunya kebijakan pemerintah yang memberikan dampak langsung terhadap dunia usaha, yaitu membangun confidence bagi investor luar maupun dalam negeri," ujar Kamrussamad kepada Beritasatu.com di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, efektivitas kebijakan fiskal dapat diukur dari perputaran ekonomi di sektor riil. Karena itu, pemerintah perlu memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga agar aktivitas ekonomi terus bergerak.

Selain faktor konsumsi, Kamrussamad juga menyoroti pentingnya kepastian regulasi sebagai fondasi investasi. Dunia usaha, kata dia, membutuhkan kepastian hukum dan aturan yang berkelanjutan, bukan kebijakan yang berubah-ubah dan menimbulkan ketidakpastian.

Ia turut mendorong pembenahan mekanisme perizinan agar lebih efektif dan transparan, serta didukung birokrasi yang gesit dan ramah terhadap pelaku usaha. Prosedur yang berbelit dan birokrasi kaku, menurutnya, berpotensi menghambat masuknya investasi.

Terkait kinerja investasi, Kamrussamad menilai Indonesia berada di jalur yang tepat. Hal itu tercermin dari realisasi investasi yang tumbuh 12,7% dan mampu menyerap 2,7 juta tenaga kerja sepanjang 2025.

Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan berikutnya adalah mempercepat realisasi komitmen investasi menjadi proyek konkret di lapangan.

"Komitmen investasi berbeda dengan realisasi investasi. Nah, realisasinya ini yang perlu kita percepat supaya betul-betul membuka lapangan kerja," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bos DJP Turunkan Permintaan Anggaran Jadi Rp 5,402 Triliun

Bos DJP Turunkan Permintaan Anggaran Jadi Rp 5,402 Triliun

EKONOMI
DJP Sebut PP 20 Tahun 2026 Jadi Evolusi Kebijakan Pajak UMKM

DJP Sebut PP 20 Tahun 2026 Jadi Evolusi Kebijakan Pajak UMKM

EKONOMI
Kemenhub Sebut Pajak Nol Persen Suku Cadang Pesawat Segera Terbit

Kemenhub Sebut Pajak Nol Persen Suku Cadang Pesawat Segera Terbit

EKONOMI
Purbaya Sebut Penerimaan Pajak Tumbuh 22,1 Persen Capai Rp 834,4 T

Purbaya Sebut Penerimaan Pajak Tumbuh 22,1 Persen Capai Rp 834,4 T

EKONOMI
Pajak untuk Selebgram hingga Influencer Bakal Naik, Ini Dasar Hukumnya

Pajak untuk Selebgram hingga Influencer Bakal Naik, Ini Dasar Hukumnya

EKONOMI
Pemerintah Revisi Aturan Pajak UMKM, Omzet Suami-Istri Digabung

Pemerintah Revisi Aturan Pajak UMKM, Omzet Suami-Istri Digabung

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon