ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Lonjakan Harga Minyak Mengintai Imbas Penutupan Selat Hormuz

Minggu, 1 Maret 2026 | 14:30 WIB
CS
H
Penulis: Chesa Andini Saputra | Editor: HE
Ilustrasi Selat Hormuz.
Ilustrasi Selat Hormuz. (Istimewa/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Kembali memanasnya konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) diprediksi membawa dampak serius bagi perekonomian negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Salah satu risiko utama yang mengemuka adalah potensi lonjakan harga minyak dunia hingga tekanan inflasi, menyusul langkah Iran yang menutup akses Selat Hormuz.

Pengamat Timur Tengah dari Binus University, Tia Mariatul Kibtiah, mengatakan penutupan Selat Hormuz dalam waktu lama akan berdampak besar, khususnya bagi negara-negara Asia yang sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah.

"Apabila Hormuz lama ditutupnya, ini akan memberikan dampak ekonomi terutama ke Asia dan juga ke Asia Tenggara, termasuk kita (Indonesia)," ujar Tia kepada Beritasatu.com, Minggu (1/3/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Tia, Selat Hormuz merupakan jalur strategis dalam rantai pasok energi global. Sekitar 80% pengiriman minyak dari kawasan Timur Tengah ke Asia melewati selat tersebut. Apabila akses terganggu, pasokan minyak dunia berpotensi menyusut signifikan.

"Tanker-tanker dari Timur Tengah menuju Asia, termasuk ke kita, itu melewati Hormuz. Jadi ini dikhawatirkan nanti akan terjadi inflasi, terutama efeknya terhadap Indonesia," kata Tia.

Tak hanya berdampak pada ekonomi, konflik ini juga dinilai sarat kepentingan geopolitik. Tia menilai negara-negara besar seperti China dan Rusia berpeluang memberikan dukungan kepada Iran, meski bukan dalam bentuk kehadiran militer langsung, melainkan melalui dukungan persenjataan demi menjaga kepentingan bisnis mereka di kawasan Timur Tengah.

"Iran merupakan penyeimbang kondisi politik di Timur Tengah. Kalau misalnya rezim Iran tumbang dan digantikan oleh pihak AS, maka kemungkinan bisnis Cina dan Rusia di Timur Tengah akan terganggu, karena hampir semua negara-negara produsen minyak di Timur Tengah sudah bergabung dengan AS," tambahnya.

Ke depan, Tia memperkirakan konflik ini tidak akan mereda dalam waktu dekat. Iran saat ini masih berada dalam fase transisi politik pascameninggalnya pimpinan tertinggi, sehingga masyarakatnya dihadapkan pada penentuan arah kepemimpinan baru.

Sementara itu, Amerika Serikat diprediksi akan terus memberikan tekanan hingga terjadi perubahan rezim di Iran. Tia pun berharap pihak eksternal tidak ikut campur dalam proses tersebut.

"Biarkan rakyat Iran menentukan masa depannya sendiri tanpa ikut campur dari pihak Amerika Serikat," pungkas Tia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Blokade Selat Hormuz Kini Berimbas ke Pedagang Gorengan dan Warteg

Blokade Selat Hormuz Kini Berimbas ke Pedagang Gorengan dan Warteg

JAKARTA
Iran Bakal Izinkan 2 Kapal Pertamina Lewati Selat Hormuz

Iran Bakal Izinkan 2 Kapal Pertamina Lewati Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Negara Tetangga RI Akan Stop Penerbangan Akibat Krisis BBM Global

Negara Tetangga RI Akan Stop Penerbangan Akibat Krisis BBM Global

EKONOMI
Balas Ancaman Trump, Iran Siap Tutup Total Selat Hormuz

Balas Ancaman Trump, Iran Siap Tutup Total Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Daftar Negara yang Diizinkan Iran Lewati Selat Hormuz, RI Termasuk?

Daftar Negara yang Diizinkan Iran Lewati Selat Hormuz, RI Termasuk?

INTERNASIONAL
Selat Hormuz Dijaga Ketat, Ini Kapal yang Dapat Izin Iran

Selat Hormuz Dijaga Ketat, Ini Kapal yang Dapat Izin Iran

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT