ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Iran Bakal Izinkan 2 Kapal Pertamina Lewati Selat Hormuz

Jumat, 27 Maret 2026 | 18:43 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl A Mulachela.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl A Mulachela. (Antara/Cindy Frishanti)

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan Pemerintah Iran merespons positif permintaan Indonesia agar dua kapal tanker Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz dapat melintas dengan aman.

Juru Bicara Kemenlu RI Vahd Nabyl A Mulachela mengatakan koordinasi intensif telah dilakukan sejak awal bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran dengan otoritas terkait di Iran.

“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” kata Nabyl di Jakarta dikutip dari Antara, Jumat (27/3/2026).

ADVERTISEMENT

Respons dari Teheran tersebut ditindaklanjuti melalui langkah teknis dan operasional oleh pihak terkait. Meski begitu, belum ada kepastian waktu kapan kedua kapal tanker tersebut dapat keluar dari Selat Hormuz.

Pada 4 Maret 2026, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tengah melakukan pendekatan negosiasi untuk membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di kawasan Selat Hormuz.

Bahlil juga memastikan kondisi tersebut tidak mengganggu ketahanan energi nasional. Pemerintah telah menyiapkan alternatif pasokan energi dari negara lain.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu Santo Darmosumarto pada 6 Maret 2026 menegaskan, upaya koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah Iran terus ditingkatkan guna menjamin keselamatan kedua kapal tanker.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya menyatakan negaranya mengizinkan kapal dari “negara sahabat” melintasi Selat Hormuz. Kapal dari Amerika Serikat, Israel, dan “negara agresor” tetap dilarang melintas.

Negara yang masuk kategori “sahabat” antara lain China, Rusia, India, Pakistan, Irak, dan Malaysia.

Data pelacak kapal real-time MarineTraffic pada periode 20 hingga 22 Maret 2026 menunjukkan sekitar 1.900 kapal tidak dapat bergerak di sekitar Selat Hormuz, berdasarkan laporan Anadolu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Militer Iran: Amerika-Zionis Tak Punya Pilihan Selain Terima Kekalahan

Militer Iran: Amerika-Zionis Tak Punya Pilihan Selain Terima Kekalahan

INTERNASIONAL
PM Pakistan: AS dan Iran Siap Teken Kesepakatan Damai di Swiss

PM Pakistan: AS dan Iran Siap Teken Kesepakatan Damai di Swiss

INTERNASIONAL
Pemakaman Ali Khamenei Digelar 4-9 Juli 2026, Cek Lokasi dan Jadwalnya

Pemakaman Ali Khamenei Digelar 4-9 Juli 2026, Cek Lokasi dan Jadwalnya

INTERNASIONAL
Tak Terima Drone Predatornya Ditembak, AS Bombardir Situs Militer Iran

Tak Terima Drone Predatornya Ditembak, AS Bombardir Situs Militer Iran

INTERNASIONAL
Ladang Gas South Pars Beroperasi Lagi, Iran Bangkitkan Ekonomi Energi

Ladang Gas South Pars Beroperasi Lagi, Iran Bangkitkan Ekonomi Energi

INTERNASIONAL
UEA Disebut Aktif Ikut Gempur Iran sejak Perang dengan AS-Israel Pecah

UEA Disebut Aktif Ikut Gempur Iran sejak Perang dengan AS-Israel Pecah

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon