Strategi Jasa Marga Urai Kemacetan di Ruas Tol pada Mudik Lebaran 2026
Rabu, 11 Maret 2026 | 11:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyiapkan berbagai strategi untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Perusahaan pelat merah tersebut tidak hanya memberikan diskon tarif tol sebesar 30% di sejumlah ruas strategis, tetapi juga menyiapkan ruas tol fungsional, fasilitas pendukung perjalanan, serta sistem pemantauan lalu lintas yang lebih terintegrasi.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran (Angleb) 2026 yang diperkirakan akan mengalami lonjakan kendaraan cukup signifikan.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono mengatakan, kebijakan insentif tarif tol merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk membantu mendistribusikan arus lalu lintas agar tidak terkonsentrasi pada satu waktu tertentu.
“Kebijakan ini merupakan bentuk komitmen Perseroan dalam meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan sekaligus wujud kepedulian terhadap masyarakat yang sejalan dengan penerapan prinsip ESG (environment, social, governance). Pemberian diskon tarif tol pada periode Lebaran 2026 diharapkan dapat mendorong pengguna jalan untuk melakukan perjalanan lebih awal sehingga distribusi lalu lintas dapat lebih terjaga dan merata,” ujar Rivan.
Diskon Tol 30 Persen Selama Empat Hari
Jasa Marga akan memberlakukan potongan tarif tol sebesar 30% selama empat hari pada periode Lebaran 2026. Diskon tersebut diberikan dua hari pada masa arus mudik dan dua hari pada masa arus balik.
Pada periode mudik, diskon berlaku pada 15-16 Maret 2026 atau H-6 hingga H-5 Lebaran. Sementara pada periode arus balik, potongan tarif akan diberlakukan pada 26-27 Maret 2026 atau H+5 hingga H+6 Lebaran.
Program ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan di luar waktu puncak kepadatan lalu lintas.
Jasa Marga memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 Maret 2026.
Dengan adanya insentif berupa diskon tarif tol, pemudik diharapkan dapat mengatur waktu perjalanan lebih fleksibel sehingga distribusi kendaraan dapat tersebar lebih merata di berbagai hari perjalanan.
Berlaku di Ruas Tol Strategis
Diskon tarif tol akan diberlakukan pada sejumlah ruas tol utama yang dikelola Jasa Marga Group.
Di wilayah Trans Jawa, potongan tarif berlaku pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Layang MBZ, Jalan Tol Palimanan-Kanci, Jalan Tol Batang-Semarang, serta Jalan Tol Semarang Seksi ABC.
Sementara di wilayah Trans Sumatra, diskon berlaku pada Jalan Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera) serta Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT).
Di Jawa Barat, diskon juga berlaku pada ruas Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) serta Tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi) yang terhubung dengan akses menuju kawasan Bandung dan Cisumdawu.
Kebijakan ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat dari sisi biaya perjalanan, tetapi juga menjadi instrumen manajemen lalu lintas agar kepadatan kendaraan dapat diatur lebih efektif.
Insentif Perjalanan Dorong Perubahan Perilaku Pemudik
Jasa Marga menilai insentif perjalanan seperti diskon tarif tol dapat memengaruhi perilaku masyarakat dalam menentukan waktu perjalanan mudik.
Berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan, sekitar 48% responden menyatakan bersedia mengubah waktu perjalanan apabila terdapat kebijakan work from anywhere (WFA) serta tambahan stimulus berupa diskon tarif tol.
Rivan mengatakan perubahan pola perjalanan tersebut akan membantu operator jalan tol dalam mengelola distribusi kendaraan secara lebih optimal.
“Dengan adanya perubahan pola perjalanan tersebut, Jasa Marga dapat mengoptimalkan kapasitas jalan tol sehingga distribusi lalu lintas menjadi lebih merata dan layanan kepada pengguna jalan dapat terjaga sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol," kata Rivan.
Empat Ruas Tol Fungsional Disiapkan
Selain memberikan insentif tarif, Jasa Marga juga menyiapkan sejumlah ruas tol fungsional guna membantu mengurai potensi kemacetan selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Rivan menyebut terdapat empat ruas tol fungsional yang dipersiapkan oleh perusahaan.
“Dalam kesempatan ini kami juga menyampaikan bahwa kami melakukan persiapan beberapa terkait dengan ruas fungsional. Fungsional ini ada empat,” kata Rivan saat media briefing di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), Jatiasih, Bekasi.
Ruas pertama adalah tol fungsional Yogyakarta-Purwomartani yang disiapkan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Prambanan.
Menurut Rivan, pengoperasian ruas tersebut memungkinkan kendaraan dari arah Yogyakarta menuju Solo masuk melalui Purwomartani sehingga tidak terjadi perpotongan arus kendaraan di kawasan tersebut.
“Biasanya kepadatan itu hanya keluar di Prambanan. Sekarang masyarakat dari Jogja menuju Solo bisa masuk di Purwomartani sehingga tidak ada crossing di Prambanan,” ujarnya.
Ruas kedua adalah tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 yang menghubungkan Bawen hingga Ambarawa sepanjang sekitar 6 kilometer.
Jalur ini diharapkan dapat membantu mengurai kemacetan yang selama ini kerap terjadi di kawasan Pasar Ambarawa.
“Nah ini sangat bisa membantu melewati kemacetan itu karena langsung keluar di Ambarawa, jadi setelah pasar,” kata Rivan.
Ruas ketiga adalah tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan yang menghubungkan Sadang hingga Setu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




