ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Belanja Negara Tembus Rp 815 T, Defisit APBN Capai Rp 240 T

Senin, 6 April 2026 | 15:39 WIB
AS
AD
Penulis: Addin Anugrah Siwi | Editor: AD
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin 23 Februari 2026.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin 23 Februari 2026. (YouTube Kementerian Keuangan RI)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencatat realisasi belanja negara hingga akhir Maret 2026 mencapai Rp 815 triliun. Sementara itu, pendapatan negara tercatat Rp 574,9 triliun.

Dengan kondisi tersebut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada triwulan I 2026 mengalami defisit sebesar Rp 240,1 triliun atau setara 0,93% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Defisit terjadi karena realisasi belanja negara pada awal tahun lebih cepat dibandingkan penerimaan. Hingga 31 Maret 2026, belanja negara telah mencapai 21,2% dari pagu APBN, sementara pendapatan baru terealisasi 18,2% dari target tahun ini.

ADVERTISEMENT

“Ketika ada defisit, tidak perlu kaget karena memang APBN didesain dalam kondisi defisit,” ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (6/4/2026).

Secara tahunan, defisit APBN meningkat cukup signifikan. Pada periode yang sama tahun lalu, defisit tercatat Rp 99,8 triliun atau sekitar 0,41% terhadap PDB. Tahun ini, defisit meningkat menjadi Rp 240,1 triliun atau 0,93% terhadap PDB.

Purbaya menjelaskan, pelebaran defisit bukan disebabkan melemahnya penerimaan, melainkan strategi pemerintah yang mendorong percepatan belanja sejak awal tahun.

“Jika belanja dilakukan lebih merata sepanjang tahun, maka wajar jika defisit pada triwulan pertama lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya.

Dari sisi pendapatan, realisasi hingga Maret 2026 mencapai Rp 574,9 triliun atau 18,2% dari target APBN. Perinciannya, penerimaan perpajakan sebesar Rp 462,7 triliun atau 17,2% dari target, kepabeanan dan cukai Rp 67,9 triliun atau 20,2%, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 112,1 triliun atau 24,4%.

Di sisi belanja, realisasi Rp 815 triliun setara 21,2% dari total pagu Rp 3.842,7 triliun. Angka ini menunjukkan penyerapan anggaran pada kuartal I berjalan lebih cepat dibandingkan pola tahun sebelumnya.

Purbaya menilai strategi percepatan belanja mulai memberikan dampak positif terhadap perekonomian.

“Strategi ini mulai menunjukkan hasil, dampak ke ekonomi juga lebih baik,” ujarnya.

Ia pun optimistis pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 dapat mencapai 5,5% atau bahkan lebih tinggi, seiring dorongan fiskal yang lebih awal.

“Mudah-mudahan bisa tercapai, bahkan kemungkinan besar di kisaran 5,5% atau lebih,” pungkas Purbaya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pemerintah dan BI Perkuat Sinergi agar Rupiah Kembali Menguat

Pemerintah dan BI Perkuat Sinergi agar Rupiah Kembali Menguat

EKONOMI
APBN KiTa Edisi Juni 2026

APBN KiTa Edisi Juni 2026

MULTIMEDIA
Defisit APBN Rp 180,4 Triliun, Purbaya Pastikan Fiskal Tetap Aman

Defisit APBN Rp 180,4 Triliun, Purbaya Pastikan Fiskal Tetap Aman

EKONOMI
Banyak Berita Negatif, Purbaya Bongkar Data Terbaru Arus Modal Asing

Banyak Berita Negatif, Purbaya Bongkar Data Terbaru Arus Modal Asing

EKONOMI
Gerindra Bela Bantuan 1.098 Sapi Kurban Prabowo dari APBN

Gerindra Bela Bantuan 1.098 Sapi Kurban Prabowo dari APBN

NASIONAL
Bahlil: PNBP Energi Sudah Capai 40 Persen Target APBN 2026

Bahlil: PNBP Energi Sudah Capai 40 Persen Target APBN 2026

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon