Orang Kaya Dilarang Pakai BBM Subsidi, FKBI: Ini Soal Moral
Minggu, 19 April 2026 | 10:57 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi memicu fenomena turun kelas, dengan sebagian masyarakat beralih menggunakan BBM bersubsidi. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius dalam menjaga ketepatan sasaran distribusi energi nasional.
Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi mengatakan, penggunaan BBM subsidi oleh kalangan kaya atau mampu merupakan persoalan moralitas yang tidak bisa diabaikan.
"Ini soal moralitas ya kalau bicara hal ini, kita harapkan kelas menengah atas tidak menyeruput BBM bersubsidi tetapi konsisten dengan menggunakan BBM nonsubsidi," tegasnya kepada Beritasatu.com, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, subsidi energi seharusnya diperuntukkan bagi kelompok masyarakat berpendapatan rendah. Ia pun mendukung langkah pemerintah dalam memperketat pengawasan distribusi melalui sistem barcode serta pembatasan volume pembelian harian.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan potensi kebocoran subsidi yang selama ini dinikmati oleh kelompok masyarakat yang tidak berhak. Bahkan, berdasarkan survei Bank Dunia, lebih dari 80% subsidi BBM justru dinikmati oleh kelas menengah.
Tulus menambahkan, jika fenomena peralihan konsumsi ini semakin meluas, pemerintah perlu melakukan intervensi lebih tegas, termasuk membatasi akses BBM subsidi berdasarkan jenis kendaraan.
"Pemerintah juga bisa intervensi dengan melakukan pengendalian, misalnya jenis mobil dan merek mobil atau ukuran CC tertentu tidak boleh menggunakan BBM subsidi. Misalnya dengan membuat satu barcode terhadap mobil tertentu," ujarnya.
Ia menilai kebijakan tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan fiskal negara sekaligus memastikan subsidi benar-benar tepat sasaran.
Kesadaran dari masyarakat mampu juga dinilai menjadi kunci dalam menjaga keadilan distribusi energi, sehingga anggaran negara tidak terserap untuk kelompok yang seharusnya tidak berhak menerima subsidi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




