Menteri Desa Beri Penghargaan Transmigran Teladan
Kamis, 13 Agustus 2015 | 20:23 WIB
Jakarta - Program transmigrasi telah melahirkan berbagai kisah sukses masyarakat dalam menggapai impiannya. Mereka pun membuktikan bahwa transmigran bukan orang terpinggirkan melainkan masyarakat sukses yang berpikiran maju.
Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengatakan, semangat dan kreativitas para transmigran harus terus didukung, sehingga program yang telah dirasakan manfaatnya oleh sekitar 2,3 juta keluarga ini bisa semakin baik dan berkesinambungan.
Salah satu dorongan itu kepada para transmigran ini adalah dengan memberi penghargaan Transmigran Teladan dan Pembina Permukiman Transmigrasi Teladan 2015. Pemberian penghargaan ini sekaligus menjadi rangkaian Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-70 di lingkungan Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi.
"Sudah bertahun-tahun program transmigrasi kita jalankan, dan sekarang harus kita hidupkan lagi dengan semangat baru. Penghargaan bagi transmigran teladan ini akan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk menyobgsong masa depan yang lebih baik untuk masa depan kita dan anak cucu kita," ujar Marwan dalam acara pemberian penghargaan Transmigran Teladan dan Pembina Permukiman Transmigrasi Teladan 2015 di Jakarta, Kamis (13/8).
Transmigran yang mendapat penghargaan telah menunjukkan dedikasi dan partisipasi aktif dalam mempercepat kesejahteraan masyarakat transmigrasi. Pemberian penghargaan juga diukur dari kesungguhan dalam mendukung pelaksanaan program transmigrasi dan terbukti mampu peningkatan kesejahteraan keluarganya.
Adapun kriteria penilaian kategori transmigran teladan menitikberatkan pada aspek ekonomi, aspek kesehatan, aspek pendidikan dan partisipasi masyarakat.
Sedangkan kriteria untuk Pembina permukiman Transmigrasi Teladan meliputi aspek kompetensi, aspek kepemimpinan, dan aspek keberhasilan tugas yang mencangkup unsur ekonomi, kesehatan dan pendidikan, seni budaya, mental spiritual, kelembagaan pemerintah dan masyarakat, sekaligus partisipasi masyarakat.
"Transmigran adalah pahlawan karena telah berdedikasi membangun wilayahnya dan mampu menghidupkan ekonomi masyarakat. Karena itulah, Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi merasa sangat perlu memberi penghargaan," ujar Marwan.
Para transmigran yang sukses ini, lanjut Marwan, telah berhasil mencapai titik balik kesuksesan dalam hidupnya. Dari 21 nominator penerima penghargaan, 11 diantaranya awalnya adalah buruh serabutan di daerah asalnya.
Selain itu, 10 niominator lainnya ada yang memiliki latarbelakang pekerjaan sebagai sopir truk, tukang bengkel, bahkan ada juga yang sebelumnya bekerja sebagai aparat di desa asalnya.
"Kemudian setelah ikut transmigrasi, mereka sukses meningkatkan taraf hidup keluarga, bahkan memberi andil besar dalam membangun ekonomi di lingkungan masyarakat. Kisah sukses ini membuktikan bahwa transmigran bukan kaum marginal, bukan orang terpinggirkan melainkan saudara kita yang sukses dan berhasil hidup maju," tegas Menteri Marwan.
"Pemberian penghargaan ini sangat penting untuk memotivasi para transmigran untuk bekerja lebih giat lagi. Kemudian masyarakat yang tinggal di daerah padat penduduk dan menghadapi kesulitan lapangan pekerjaan juga bisa mendapat contoh yang baik, sehingga mereka tertarik ikut program transmigrasi yang terus kita siapkan," ujar Menteri Marwan.
Hingga saat ini, tercatat 104 permukiman transmigrasi yang telah berkembang menjadi Ibukota Kabupaten/Kota, 382 permukiman transmigrasi menjadi Ibukota Kecamatan, 3.325 permukiman transmigrasi menjadi desa definitif.
Bahkan ada dua daerah permukiman transmigrasi yang telah sukses menjadi ibukota provinsi, yakni Mamuju yang sekarang menjadi ibukota Provinsi Sulawesi Barat dan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan yang menjadi Ibukota Provinsi Kalimantan Utara.
Selain itu, sekitar 37 persen kawasan transmigrasi telah berkembang menjadi sentra produksi pangan dengan kontribusi terhadap produksi beras nasional sekitar 8,4 juta ton gabah kering.
Program transmigrasi merupakan program strategis yang mampu mengatasi permasalahan demografi, mempercepat pembangunan nasional, mengentaskan kemiskinan masyarakat dan menekan angka pengangguran dengan memberikan peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
Pembangunan transmigrasi tidak terbatas pada aspek wilayah dan tata ruang, juga mencakup aspek sumber daya manusia agar mampu memberikan kontribusi dalam pembangunan.
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dalam mempercepat pembangunan daerah melakukan pembangunan dan pengembangan Kota Terpadu Mandiri (KTM): 48 KTM sebagai salah satu solusi bagi percepatan kemajuan suatu daerah dan sebagai pusat kegiatan ekonomi sosial, jasa dan perdagangan.
"Pemenang dalam pemilihan pembina teladan dan transmigran teladan tingkat nasional tahun 2015 kita harap mampu menjadi inisiator, motivator, serta mendorong masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat transmigrasi dan kemandirian Pemukiman Transmigrasi," tuntas Marwan.
Daftar Peraih Penghargaan
Kategori Transmigran Teladan
Juara I : Muhammad Fauzi dari Seram Utara, Maluku Tengah
Juara II : Daim Sahiri dari Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan
Juara III : Andi Rusdi dari Wajo, Sulawesi Selatan
Kategori Pembina Permukiman Transmigrasi Teladan
Juara I : Wahono dari Bualemo, Gorontalo.
Juara II : Nurhayati dari Baktiya, Aceh.
Juara III : Rudi Ajim dari Halmahera Tengah, Maluku Utara
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




