ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Inflasi Tahunan April 2026 2,42 Persen Dipicu Pangan hingga Emas

Senin, 4 Mei 2026 | 12:56 WIB
AS
AD
Penulis: Addin Anugrah Siwi | Editor: AD
Ilustrasi emas batangan.
Ilustrasi emas batangan. (AP Photo/Jae C. Hong)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada April 2026 sebesar 2,42%. Kenaikan ini tercermin dari peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 108,47 pada April 2025 menjadi 111,09 pada April 2026, dengan inflasi tahun kalender mencapai 1,06%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, tekanan inflasi tahunan terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mencatat inflasi 3,06% dengan kontribusi 0,90%.

“Komoditas dengan andil inflasi terbesar ialah ikan segar, daging ayam ras, beras, minyak goreng, sigaret kretek mesin, dan telur ayam ras,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/5/2026).

ADVERTISEMENT

Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat lonjakan inflasi signifikan sebesar 11,43% dengan kontribusi 0,77%, yang didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan.

“Inflasi kelompok tersebut terjadi terutama pada komoditas emas perhiasan,” kata Ateng.

Berdasarkan komponen, seluruh kelompok mengalami inflasi. Komponen inti mencatat kenaikan 2,44% dengan kontribusi terbesar 1,56%, dipicu oleh komoditas, seperti emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, serta biaya pendidikan.

Sementara itu, komponen harga bergejolak mencatat inflasi 3,37% dengan kontribusi 0,56%, terutama dari daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras. Adapun komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi 1,53% dengan kontribusi 0,30%, didorong oleh tarif angkutan udara dan produk tembakau.

Secara bulanan, inflasi April 2026 tercatat sebesar 0,13%, lebih rendah dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 0,41%. Tekanan inflasi bulanan terutama berasal dari sektor transportasi, khususnya tarif angkutan udara dan harga bahan bakar minyak.

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok transportasi yaitu tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,11% serta bensin dengan andil inflasi sebesar 0,02%,” jelas Ateng.

Dari sisi wilayah, inflasi tahunan tertinggi tercatat di Papua Barat sebesar 5%, disusul Papua Pegunungan 4,89%, dan Aceh 3,88%. Sementara itu, inflasi terendah terjadi di Lampung sebesar 0,53%.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon