China Kembali Tegaskan Tolak Biaya Karbon Uni Eropa
Senin, 6 Februari 2012 | 07:53 WIB
Publik berpendapat, tindakan Eropa ini mungkin menimbulkan perang dagang dalam penerbangan global.
Maskapai penerbangan China menolak biaya emisi karbon yang diberlakukan oleh Uni Eropa pada maskapai penerbangan yang melintas di wilayah udara benua Biru tersebut.
'Kami menolak itu," tulis pernyataan Administrasi Penerbangan Sipil China (Civil Aviation Admistration of China) seperti dikutip kantor berita Xinhua, hari ini.
Uni Eropa menerapkan pajak emisi karbon bagi seluruh maskapai penerbangan di dunia yang melinta di wilayah udara Eropa sejak 1 Januari 2012.
Peraturan ini memaksa ribuan maskapai yang mempunyai jalur penerbangan Eropa harus membayar pajak. Publik berpendapat, tindakan Eropa ini mungkin menimbulkan perang dagang dalam penerbangan global.
Adapun mereka yang menolak antara lain India, Rusia, China dan Amerika Serikat (AS).
Pada bulan Desember, China Air Transport Association (CATA) juga pernah mendesak maskapai penerbangan China menolak mengambil bagian dalam skema emisi ini. CATA menyatakan, skema ini akan menguras ongkos perusahaan penerbangan China hingga 800 juta yuan (US$ 123 juta) pada tahun pertama, dan lebih dari tiga kali lipat pada tahun 2020.
Sebelumnya Menteri Luar negeri AS, Hillary Clinton mengirim surat kepada Uni Eropa, dan mendesak agar menghentikan sementara keputusan ini. Hillary juga mengancam, AS akan mengambil tindakan balasan.
Maskapai penerbangan China menolak biaya emisi karbon yang diberlakukan oleh Uni Eropa pada maskapai penerbangan yang melintas di wilayah udara benua Biru tersebut.
'Kami menolak itu," tulis pernyataan Administrasi Penerbangan Sipil China (Civil Aviation Admistration of China) seperti dikutip kantor berita Xinhua, hari ini.
Uni Eropa menerapkan pajak emisi karbon bagi seluruh maskapai penerbangan di dunia yang melinta di wilayah udara Eropa sejak 1 Januari 2012.
Peraturan ini memaksa ribuan maskapai yang mempunyai jalur penerbangan Eropa harus membayar pajak. Publik berpendapat, tindakan Eropa ini mungkin menimbulkan perang dagang dalam penerbangan global.
Adapun mereka yang menolak antara lain India, Rusia, China dan Amerika Serikat (AS).
Pada bulan Desember, China Air Transport Association (CATA) juga pernah mendesak maskapai penerbangan China menolak mengambil bagian dalam skema emisi ini. CATA menyatakan, skema ini akan menguras ongkos perusahaan penerbangan China hingga 800 juta yuan (US$ 123 juta) pada tahun pertama, dan lebih dari tiga kali lipat pada tahun 2020.
Sebelumnya Menteri Luar negeri AS, Hillary Clinton mengirim surat kepada Uni Eropa, dan mendesak agar menghentikan sementara keputusan ini. Hillary juga mengancam, AS akan mengambil tindakan balasan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




