Juli, Neraca Perdagangan Catat Surplus US$ 1,33 Miliar
Selasa, 18 Agustus 2015 | 11:58 WIBJakarta -Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan RI pada Juli 2015 mencetak surplus US$ 1,33 miliar, terdiri dari ekspor sebesar US$ 11,41 miliar dan impor sebesar US$ 10,08 miliar. Surplus disebabkan oleh menurunnya impor, meskipun ekspor juga menurun.
"Pada Juli, surplus perdagangan non migas mencapai US$ 2,2 miliar dan defisit perdagangan migas sebesar US$ 872 juta, ini merupakan surplus perdagangan terbesar sejak Januari 2014, waktu itu sekitar US$ 1,5 miliar surplusnya," kata Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, Adi Lumaksono di Jakarta, Selasa (18/8).
Nilai ekspor Indonesia Juli 2015 mencapai US$ 11,41 miliar atau mengalami penurunan sebesar 15,53 persen dibanding ekspor Juni 2015. Sementara bila dibanding Juli 2014 mengalami penurunan sebesar 19,23 persen. Semenatar, nilai impor Indonesia Juli 2015 mencapai US$10,08 miliar atau turun 22,36 persen dibanding Juni 2015. Demikian pula apabila dibanding Juli 2014 turun 28,44 persen.
Secara kumulatif Januari-Juli 2015, neraca perdagangan RI mengalami surplus perdagangan sebesar US$ 5,75 miliar, terdiri dari total ekspor sebesar US$ 89,76 miliar dan impor senilai US$ 84,03 miliar.
Untuk impor sendiri, secara kumulatif Januari-Juli 2015 mencapai US$ 84,03 miliar dengan share terbesar mesin dan peralatan mekanik US$ 12,81 miliar serta mesin dan peralatan listrik US$ 8,95 miliar.
Hampir seperempat atau sekitar 24,04 persen impor berasal dari Tiongkok dengan nilai mencapai US$ 16,5 miliar, diikuti Jepang sebesar US$ 8,03 miliar atau 11,69 persen dan Singapura mencapai IS$ 5,01 miliar atau 7,31 persen.
"Menurut penggunaan barang, impor terbesar adalah bahan baku/penolong sebesar 75,65 persen atau senilai US$ 63,57 miliar, barang modal 17,05 persen atau senilai US$ 14,33 miliar serta barang konsumsi US$ 6,13 miliar atau 7,3 persen, yang paling besar lonjakan impornya perhiasan/permata (71) yang naik 384 persen menjadi US$ 247 juta," pungkas Adi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




