ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Industri Pertahanan Berdayakan Industri Strategis

Rabu, 8 Februari 2012 | 10:58 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Ilustrasi miniatur pesawat tanpa awak
Ilustrasi miniatur pesawat tanpa awak (Jakarta Globe)
Pembangunan industri strategis pertahanan juga berimplikasi pada lapangan kerja baru.

Rancangan Undang-Undang (RUU) Industri Pertahanan (Indhan) yang nantinya diundangkan dapat memberdayakan industri strategis di bidang pertahanan baik yang dimiliki negara maupun swasta.

Selain negara, kalangan swasta juga bisa membuat produk pertahanan Indonesia.  

Hal itu dikatakan anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Effendy Choirie, di sela-sela diskusi yang digelar Pusat Kajian Global Civil Society (Pacivis) Universitas Indonesia (UI) dengan tema 'Karakter Industri Pertahanan', di Jakarta, Selasa (7/2).

“Kita akan berdayakan dan dukung serta memberi legalitas yang kuat bagi kalangan swasta dalam mengembangkan produk pertahanan,” kata Effendy.  

Menurut pria yang akrab dipanggil Gus Choi ini, pembangunan industri strategis pertahanan juga berimplikasi pada lapangan kerja baru. Selain itu, sumber daya manusia (SDM) dibidang teknologi pertahanan dapat berkembang dengan efektif.

“Industri strategis bisa membuka lapangan kerja dan meningkatkan SDM, perekonomian menanjak naik. Semua itu berujung untuk menjadikan pertahanan kita menjadi kuat sehingga memiliki kedaulatan negara yang disegani dunia internasional,” ujar Gus Choi.  

Gus Choi berharap, ke depan Indonesia bisa menjadi kekuatan militer terbesar di Asia Tenggara bahkan sampai ke tingkat Asia.

“Minimal kekuatan militer Indonesia terbaik di Asia Tenggara, kalau perlu hingga Asia. Indonesia bisa jadi kiblat kekuatan militer negara-negara di kawasan Timur Tengah,” harapnya.  


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Prabowo: Kita Punya Kopi-Cokelat terbaik, tetapi Kita Masih Impor

Prabowo: Kita Punya Kopi-Cokelat terbaik, tetapi Kita Masih Impor

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon