Minyak Atsiri Lebak Tembus Pasar Ekspor
Minggu, 13 September 2015 | 01:07 WIB
Lebak - Minyak atsiri dari Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menembus pasar ekspor ke berbagai negara di Benua Eropa dan Amerika.
"Dengan telah diekspornya minyak atsiri itu, kami berharap bisa mendorong tumbuhkan ekonomi masyarakat," kata Kepala Disperindag Kabupaten Lebak, Wawan Ruswandi di Lebak, Sabtu.
Menurut dia, minyak atsiri itu merupakan hasil pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Kabupaten Lebak, dan bukti kalau mereka memiliki kamampuan mengolah dan menghasilkan produk berkualitas.
Keberhasilan menjual minyak atsiri ke luar negeri, kata dia, merupakan kebanggaan, walaupun kegiatan ekspor oleh perusahaan eksportir di Cianjur, Provinsi Jawa Barat.
Produk unggulan daerah itu tentu mengharumkan nama Kabupaten Lebak di internasional. Sebab, pada label kemasan botol minyak atsiri itu terdapat keterangan hasil perajin UKM Lebak.
Kelebihan produk minyak atsiri Lebak memiliki kualitas cukup bagus setelah dilakukan pengujian laboratorium oleh ekportir dari Cianjur itu.
Para eksportir menjual produk UMK Kabupaten Lebak seharga Rp 20 juta/kilogram, sedangkan dari perajin Rp 150. 000/kilogram.
"Kami minta pelaku UKM minyak atsiri terus ditingkatkan kualitasnya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar dia.
Menurut dia, pemerintah daerah terus mengembangkan kerajinan minyak atsiri guna mendukung proses percepatan pembangunan.
Selain itu juga dilakukan promosi melalui pameran-pameran daerah untuk diketahui masyarakat luas.
Selama ini, ujar dia, UKM produk minyak atsiri berkembang di Kecamatan Bayah yang terdapat perkebunan cengkih sebagai dasar bahan baku produk.
"Kami ke depan produk minyak atsiri itu bisa ditampilkan di Plaza Komoditas Lebak," katanya menjelaskan.
Eman, seorang pelaku UKM warga Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak mengaku selama ini permintaan minyak atsiri cukup tinggi, terutama pasar ekspor.
Keunggulan minyak atsiri dari Kabupaten Lebak itu, selain tidak menggunakan bahan pengawet juga mengeluarkan aroma yang tidak menyengat hidung.
Manfaatnya cukup besar kesehatan tubuh, digunakan untuk pengobatan masuk angin, patah kaki, gejala pusing-pusing, darah tinggi, kolestorel, dan penyakit lainnya.
"Kami berharap berkembangnya produk minyak atsiri dapat menyerap lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




