ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Investor Inggris Minati Investasi Energi Bersih di Indonesia

Senin, 14 September 2015 | 11:34 WIB
YW
FB
Penulis: Yosi Winosa | Editor: FMB
Petugas PT PLN (Persero) melakukan pemeliharaan rutin terhadap panel surya di Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Pulau Gili Meno, NTB, Selasa (9/12).
Petugas PT PLN (Persero) melakukan pemeliharaan rutin terhadap panel surya di Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Pulau Gili Meno, NTB, Selasa (9/12). (Antara/Widodo S.Jusuf)

Jakarta - Investor asal Inggris menyatakan minatnya untuk menanamkan modalnya di sektor kelistrikan dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 200 MW dengan nilai investasi sebesar US$ 250 juta (Rp 3.6 triliun).

Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan dalam one on one meeting kegiatan pemasaran investasi di London pekan lalu, nampak minat cukup serius dari investor karena pihak investor sudah berkunjung ke Indonesia dan melakukan berbagai pertemuan dengan Kementerian dan Lembaga terkait untuk menjajaki rencana investasinya.

"BKPM melalui kantor perwakilannya di London telah memfasilitasi pihak investor untuk bertemu dengan PLN, Kementerian ESDM, maupun pihak swasta Indonesia yang potensial sebagai mitra, untuk mendiskusikan peluang investasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) baik untuk aplikasi di atas tanah (ground-mounted solar PV) atau dipasang di atap (rooftop solar PV). Mereka kini sedang menentukan area potensial untuk dibangun PLTS seperti Sulut, Kalbar, Kalsel dan Kaltim, NTT dan NTB," kata Franky dalam keterangan tertulis, Senin (14/9).

Franky menambahkan pihaknya berkomitmen mendukung penuh realisasi rencana investasi ini dan menjadikan sebagai pilot project investasi energi terbarukan dari Eropa ke Indonesia. Menurutnya, BKPM akan memfasilitasi investor dalam pengurusan perizinan maupun dalam proses realisasi investasi di daerah. Franky menjelaskan, pada kesempatan tersebut, pihaknya memaparkan langkah yang sudah dilakukan pemerintah untuk mendorong investasi di sektor kelistrikan. Salah satu langkah yang dipaparkan Franky adalah penyederhanaan perizinan sektor kelistrikan dari 49 izin dalam waktu 923 hari menjadi 25 izin dalam waktu 256 hari. Selain itu, pemerintah juga memberikan fasilitas tax allowance untuk investasi di sektor kelistrikan, dengan kepastian syarat dan waktu pemrosesan permohonan maksimal 28 hari kerja melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat di BKPM.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, dalam kegiatan pemasaran investasi di Milan, Italia (7/9), BKPM juga mengidentifikasi minat perusahaan pembangkit listrik terbesar di Italia, untuk membangun dua pembangkit listrik di Indonesia, masing-masing pembangkit listrik tenaga uap di Riau dengan kapasitas 250 MW dan nilai investasi sebesar US$ 280 juta, serta pembangkit listrik geothermal dengan kapasitas 50-55 MW dan nilai investasi sebesar US$ 100 Juta.

BKPM mencatat, sepanjang semester I 2015 terdapat 226 proyek listrik yang sedang melakukan konstruksi dengan nilai investasi Rp 18,4 Triliun. Dari keseluruhan nilai investasi sektor kelistrikan tersebut, 10 persen di antaranya direalisasikan di 14 proyek energi baru dan terbarukan, yaitu pembangkit listrik tenaga air, mikrohidro, panas bumi, dan biomassa.

Minat Investasi di Sektor Industri Minuman
Selain melakukan pertemuan one-on-one dengan investor sektor kelistrikan, dalam kegiatan pemasaran investasi di London, Kepala BKPM Franky Sibarani juga mengadakan pertemuan one-on-one dengan investor Inggris yang berminat memperluas investasinya di sektor industri minuman sari buah yang terintegrasi dengan perkebunannya. Menurut Franky, investor tersebut sedang melakukan pembicaraan dengan partner potensial dari Tiongkok untuk melakukan joint venture investment di Indonesia.

"BKPM tentu menyambut baik upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi karena dapat memberikan nilai tambah terhadap ekonomi Indonesia, termasuk penyerapan tenaga kerja. Terlebih, investasi sektor makanan dan minuman termasuk industri padat karya yang menjadi salah satu prioritas BKPM,"ujar Franky.

Dalam kegiatan pemasaran investasi di London 10-11 September yang lalu, Kepala BKPM juga menghadiri pertemuan business forum dengan 20 investor Inggris. Business forum tersebut diselenggarakan BKPM bekerjasama dengan Bank UOB Cabang London serta didukung penuh KBRI London.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menteri ESDM Bahlil Dorong Diversifikasi Energi di ASEAN

Menteri ESDM Bahlil Dorong Diversifikasi Energi di ASEAN

EKONOMI
PLTS Atap Terbesar Indonesia Resmi Beroperasi di Cikarang

PLTS Atap Terbesar Indonesia Resmi Beroperasi di Cikarang

EKONOMI
Prabowo Minta Pembangunan PLTS 100 Gigawatt Dikebut

Prabowo Minta Pembangunan PLTS 100 Gigawatt Dikebut

EKONOMI
Gubernur Sulteng Gandeng Ace Energy Bangun PLTS di 8 Daerah

Gubernur Sulteng Gandeng Ace Energy Bangun PLTS di 8 Daerah

NUSANTARA
Bos Danantara Percepat Konversi Diesel ke Energi Surya

Bos Danantara Percepat Konversi Diesel ke Energi Surya

EKONOMI
Pemerintah Targetkan Pembangunan PLTS 13 GW pada Tahap Awal

Pemerintah Targetkan Pembangunan PLTS 13 GW pada Tahap Awal

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon