Emil Salim: Widjojo Dirigen, Ali Wardhana Pemain Biola Utama
Selasa, 15 September 2015 | 20:07 WIB
Jakarta - Pakar ekonomi Indonesia Prof Dr Emil Salim mengatakan, jika ekonomi Indonesia ibarat sebuah orkestra maka almarhum Prof Dr Ali Wardhana merupakan pemain biola utama. Kedua figur tersebut saling mengisi dalam membangun ekonomi Indonesia.
"Kunci dari ekonomi Indonesia, Widjojo (Widjojo Nitisastro) sebagai dirigen, Ali Wardhana sebagai pemain biola utama. Dua orang itu saling isi mengisi," ujar Emil usai acara pemakaman Ali di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Selasa (15/9).
Emil mengaku, sudah sangat lama mengenal Ali. "Saya kenal lama dengan beliau. Kita sama sama-sama di fakultas (Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Red). Sama-sama meneliti transmigrasi. Bayangkan, tinggal di rumah gubuk para transmigran, mandi di saluran irigasi," ungkapnya.
Dikatakan, dedikasi Ali terhadap negara dan bangsa Indonesia sangat tinggi sekali.
"Ada dua langkah (sukses). Langkah di pemerintahan dengan langkah di fakultas ekonomi," katanya.
Menurutnya, Ali sukses membangun Fakultas Ekonomi UI. "12 tahun menjadi dekan. Fakultas jadi seperti sekarang, berkat bimbingan dan kepemimpinan beliau," jelasnya.
Terkait perekonomian Indonesia, tambahnya, Ali sukses menjadi Menteri Keuangan selama 15 tahun.
"Bung, menjadi menteri keuangan tidak gampang. Orang sodorkan amplop, orang meminta melalui istri, ah macam-macamlah itu, namun beliau tetap tegar berdiri. Integritas selalu beliau tegakkan," katanya.
"Inflansi beliau hantam. Waktu Bea Cukai begitu banyak masalah, ya sudah deh pakai SGS (Société Générale de Surveillance, perusahaan asal Swiss, Red) saja sampai bersih. Jadi, menjadi menteri keuangan itu tidak gampang. Beliau bisa bertahan 15 tahun, itu luar biasa," tegasnya.
Dia menyampaikan salut terhadap kinerja Ali membangun perekonomian Indonesia. "Iming-iming di kursi basah itu tinggi sekali. Di situ saya salut terhadap beliau. Semoga beliau diterima di sisi Tuhan," tandasnya.
Ali meninggal dunia pada usia 87 tahun karena sakit paru-paru pada Senin (14/9) sekitar pukul 15.30 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta. Almarhum meninggalkan satu anak pria dan tiga perempuan.
Semasa hidupnya, Ali banyak berjasa kepada negara khususnya dalam pembangunan perekonomian. Salah satu penghargaan yang diberikan pemerintah Indonesia adalah Bintang Mahaputera Adhi Pradana.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




