ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dekopin Terus Dorong Modernisasi Koperasi

Selasa, 15 September 2015 | 20:46 WIB
SH
FH
Penulis: Siprianus Edi Hardum | Editor: FER
Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin)
Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) (Istimewa)

Jakarta - Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) mendorong pemerintah dan semua koperasi di Indonesia saat ini menjadi modern atau melakukan modernisasi koperasi. Koperasi yang modern artinya koperasi sebagai usaha yang dikelola secara profesional oleh orang-orang yang kompeten.

"Koperasi seperti ini hanya sedikit sekali jumlahnya saat ini," kata Ketua Harian Dekopin, Agung Sudjatmoko, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (15/9).

Menurut Agung, hanya dengan koperasilah kedaulatan ekonomi akan terwujud, kesejahteraan bersama akan tercapai dan keadilan penguasaan sumber daya ekonomi akan bisa dijalankan di negara kita.

"Koperasi akan menjamin terwujudnya kesejahteraan sosial, karena koperasi didirikan dan dikendalikan oleh anggotanya, untuk mewujudkan kesejahteraan bersama," kata dia.

ADVERTISEMENT

Agung mengatakan, alasan koperasi harus modern adalah, pertama, koperasi sebagai badan usaha harus mampu menyesuaikan tuntutan zaman sesuai dinamika ekonomi, strategi persaingan bisnis, rekayasa perusahaan dan rekayasa bisnis dan keterkaitan sosial perusahaan. Kedua, perkembangan teknologi telah dibarengi dengan perubahan pola kehidupan sosial masyarakat, yang telah membawa perubahan perilaku ekonomi masyarakat dalam berproduksi dan berkosumsi.

"Ketiga, ekselarasi perkembangan dan kemajuan badan usaha lain sangat timpang, maka tidak ada pilihan lain maka koperasi harus melecutkan diri untuk meningkatkan kemampuannya terutama menggali potensi ekonomi anggotanya dengan melakukan inovasi dan kreasi baru serta memperbesar jumlah anggotanya," tambahnya.

Berdasar survei sebuah lembaga di Jakarta, kata Agung, sebagian besar masyarakat Indonesia yakin koperasi dapat mensejahterakan anggotanya, akan tetapi mereka (masyarakat) enggan menjadi anggota koperasi. Hasil survei ini memberikan gambaran nyata bahwa koperasi hanya asyik di para penggeraknya saja tetapi tidak ada di hati masyarakat.

Dekopin, lanjut dia, akan melakukan penataan secara mandiri di koperasi-koperasi untuk mewujudkan lima sehat koperasi yaitu sehat anggotanya, sehat organisasinya, sehat usahanya, sehat modalnya dan sehat manajemennya. "Lima sehat ini merupakan satu kesatuan yang saling terkait bukan terpisah satu sama lain," tambah Agung.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dewas Dekopin: Koperasi Penjelmaan Ekonomi Kerakyatan

Dewas Dekopin: Koperasi Penjelmaan Ekonomi Kerakyatan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon