ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Koperasi Semen Gresik Resmikan Pabrik Fiber "Cement Board" Rp 250 M

Jumat, 18 September 2015 | 02:25 WIB
ST
WP
Penulis: Stefi Thenu | Editor: WBP
Proyek pembangunan semen milik Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (30/5). BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Proyek pembangunan semen milik Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (30/5). BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal (ga photo/mohammad defrizal)

Mojokerto - Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) meresmikan pabrik fiber cement board (FCD) ramah lingkungan di Desa Sekargadung Kecamatan Pungging, Mojokerto. Peresmian abrik dilakukan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Kamis (17/9).

Pabrik fiber cement board yang mulai dibangun pada Juni 2014 berdiri di atas lahan seluas 5,6 hektare (ha). Pabrik dilengkapi dua line mesin berteknologi modern dimana sebagian proses produksinya menggunakan sistem semi otomatik.

Dengan sistem ini hasil produksi jauh lebih valid dan memenuhi standarisasi kualitas produk, baik presisi, ukuran serta kekuatannya. Pabrik mampu menghasilkan 81.600 ton per tahun atau 5,8 juta lembar board per tahun. Investasi di pabrik fiber cement board ini mencapai Rp 250 miliar. Produk fiber cement board KWSG bermerk "Gressboard".

Ketua Pengurus KWSG Edi Kartika mengatakan, berkembangnya proyek properti menjadikan produk fiber cement board sebagai alternatif pilihan yang tingkat permintaannya semakin meningkat. Hal tersebut karena lebih ringan, kuat dan praktis dalam pemakaiannya. 

ADVERTISEMENT

"Dari sisi pemasaran produk board merupakan salah satu komoditi andalan penjualan non semen di bidang usaha Perdagangan Bahan Bangunan (PBB) KWSG. Sehingga pemasaran produk Gressboard diuntungkan dengan memanfaatkan jaringan usaha perdagangan bahan bangunan KWSG yang memiliki 74 cabang dan posko yang tersebar di Jawa, Bali, Lombok, Sumatera, Kalimantan hingga Sulawesi. Jaringan dan cabang PBB tersebut siap menampung dan memasarkan produk Gressboard di pasaran," kata Edi di Mojokerto, Kamis (17/9).

Saat ini KWSG menjadi koperasi pertama di Indonesia yang masuk dalam global word co-operative (300 koperasi terbaik di dunia). KWSG dalam posisi itu menempati peringkat 210 dunia. KWSG memiliki 2.000 karyawan dan 6.000 anggota serta 6.000 pelanggan.

Pendapatan tahun 2014 mencapai Rp 2,69 triliun atau sebesar 111 persen dari target 2014. Pencapaian ini meningkat dari tahun sebelumnya Rp 2,26 triliun. Sementara Ebitda 2014 tercatat mencapai Rp 97,88 miliar meningkat dari tahun 2013 sebesar Rp 93,76 miliar.

KWSG memiliki bisnis bahan bangunan dan non bahan bangunan. Bisnis non bahan bangunan KWSG meilputi simpan pinjam, swalayan, restoran, kafe, percetakan, perdagangan umum industri dan tambang, event organizer dan ekspedisi angkutan darat.

Saat ini KWSG memiliki 1.000 unit kendaraan untuk membantu pendistribusian produk semen Gresik ke wilayah di Indonesia. Dalam pengelolaan bisnisnya KWSG memiliki beberapa outlet di seluruh kota di Indonesia dengan di dukung infrastruktur yang memadahi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon