Januari, Ekspor China Turun 0,5 Persen
Jumat, 10 Februari 2012 | 10:30 WIB
Namun perdaganghan China pada bulan Januari tetap surplus sebesar US$ 27,28 miliar.
Ekspor China pada Januari 2011 turun 0,5 persen senilai US$ 149 miliar dibanding periode yang tahun sebelumnya.
Krisis utang di Eropa dan melambatnya perekonmian Amerika Serikat (AS) menjadi pemicu penurunan kinerja ekspor negeri Panda tersebut.
"Krisis ekonomi di luar negeri telah menekan permintaan barang-barang Cina," tulis media pemerintah setempat, seperti dikutip Xinhua, di Beijing, hari ini.
Penurunan ini ekspor jugatak lepas dari penutupan sejumlah pabrik menyusul liburan Tahun Baru Imlek.
Meski ekspor menurun, namun perdaganghan China pada bulan Januari tetap surplus sebesar US$ 27,28 miliar. Angka ini meningkat dibanding bulan Desember yang tercatat US$ 16,52 miliar.
Sementara di sektor baja, impor bijih besi China pada Januari mencapai 59,32 juta ton, turun 7 persen dibanding bulan Desember 2010 sebesar 64,09 juta. Pengiriman baja pada Januari melambat selama liburan satu minggu Tahun Baru Imlek.
China sebagai negara konsumi baja terbesar di dunia ini sepanjang 2011 mencatat pembelian baja sebesar 686 juta ton.
Adapun sektor kedelai, China sebagai salah satu negara pembeli kedelai terbesar di dunia, mengimpor 4,61 juta ton pada Januari 2011, atau turun 14,9 persen dari 5,42 juta ton pada bulan Desember 2010.
Sementara secara tahunan, pengiriman kedelai turun 10,2 persen dari Januari tahun sebelumnya.
Ekspor China pada Januari 2011 turun 0,5 persen senilai US$ 149 miliar dibanding periode yang tahun sebelumnya.
Krisis utang di Eropa dan melambatnya perekonmian Amerika Serikat (AS) menjadi pemicu penurunan kinerja ekspor negeri Panda tersebut.
"Krisis ekonomi di luar negeri telah menekan permintaan barang-barang Cina," tulis media pemerintah setempat, seperti dikutip Xinhua, di Beijing, hari ini.
Penurunan ini ekspor jugatak lepas dari penutupan sejumlah pabrik menyusul liburan Tahun Baru Imlek.
Meski ekspor menurun, namun perdaganghan China pada bulan Januari tetap surplus sebesar US$ 27,28 miliar. Angka ini meningkat dibanding bulan Desember yang tercatat US$ 16,52 miliar.
Sementara di sektor baja, impor bijih besi China pada Januari mencapai 59,32 juta ton, turun 7 persen dibanding bulan Desember 2010 sebesar 64,09 juta. Pengiriman baja pada Januari melambat selama liburan satu minggu Tahun Baru Imlek.
China sebagai negara konsumi baja terbesar di dunia ini sepanjang 2011 mencatat pembelian baja sebesar 686 juta ton.
Adapun sektor kedelai, China sebagai salah satu negara pembeli kedelai terbesar di dunia, mengimpor 4,61 juta ton pada Januari 2011, atau turun 14,9 persen dari 5,42 juta ton pada bulan Desember 2010.
Sementara secara tahunan, pengiriman kedelai turun 10,2 persen dari Januari tahun sebelumnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




