ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gapmmi: Harga Jual Dinaikkan Jika Rupiah Rp 15.000

Jumat, 25 September 2015 | 16:10 WIB
HS
B
Penulis: Heri Soba | Editor: B1
Ilustrasi industri makanan ringan
Ilustrasi industri makanan ringan (Istimewa)

Jakarta - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) mengatakan ada kemungkinan industri makanan dan minuman akan menaikkan harga jual produk jika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp 15.000. Perkiraan kenaikan harga jual produk makanan itu sekitar 5-10 persen. 

"Saya kira 15.000 ini sudah maksimal, jangan lebih dari itu," kata Ketua Umum Gapmmi Adhi S Lukman dalam sebuah diskusi di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Jumat (25/9).

Ia mengatakan kenaikan harga tergantung kebijakan dari masing-masing perusahaan. "Ya (menaikkan harga kalau mencapai Rp 15.000, Red). Hal itu tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan ya," tuturnya.

Dikatakan, nilai tukar rupiah Rp 15.000 akan menjadi pukulan berat bagi perusahaan terutama yang melakukan impor bahan baku dalam jumlah yang besar. Industri akan meninjau ulang harga produk makanan dan minuman dengan deregulasi paket-paket kebijakan pemerintah deregulasi.

ADVERTISEMENT

Gapmmi berharap deregulasi dapat memberikan stimulus positif bagi industri dan daya beli meningkat. Dia mengatakan bahan baku seperti gula saat ini telah diimpor 100 persen untuk industri, terigu diimpor 100 persen untuk industri, susu 70 persen dari impor serta konsentrat buah dan sayur sekitar 70-an persen berasal dari impor.
"Tentunya sebagian besar masih bergantung keperluan impor ini ya. Nah, masing-masing sekarang pandai harus menyelamatkan industrinya, menyelamatkan produksinya yang paling penting adalah kita bisa aman sampai akhir tahun ini," katanya.

Ia mengatakan perkiraan kenaikan harga jual produk makanan itu sekitar 5-10 persen. Angka itu merupakan besaran yang maksmal untuk kenaikan harga. "Kalau lebih dari itu akan memukul penjualan dan sebagainya apalagi dengan kondisi ekonomi yang jelek ini sangat berat sekali buat kita," ujarnya seperti dilansir Antara.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi ini bergerak melemah sebesar 15 poin menjadi Rp 14.695 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.680 per dolar AS.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon