Pertamina Gunakan "Hedging" Kurangi Dampak Kurs
Jumat, 25 September 2015 | 17:01 WIB
Jakarta - PT Pertamina (persero) menggunakan fasilitas lindung nilai (hedging) Bank Indonesia dalam menyikapi dampak nilai tukar rupiah. Hedging ini mampu melindungi finansial Pertamina dalam memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri melalui impor.
Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan fasilitas hedging itu sudah dimanfaatkan perseroan sejak lima bulan terakhir. "Kami ada plafon US$ 2,5 miliar dari 3 bank BUMN. Ada angka dolar tertentu yang bisa kami pacu dan kami targetkan," kata Wianda di Jakarta, Jumat (25/9).
Wianda menuturkan fasilitas hedging mampu menekan dampak dari pelemahan Rupiah yang terjadi belakangan ini. Adapun kerja sama hedging dengan tiga bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di antara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
"Dengan hedging sangat positif kurangi risiko atau kerentanan dolar terhadap rupiah," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
Persiapkan Pemimpin Masa Depan, Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus-Kampus di Indonesia
EKONOMIBERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




