Usaha Indonesia Jaring Wisman Jepang (1)
Minggu, 27 September 2015 | 15:57 WIB
Jakarta - Kementrian Pariwisata (Kempar) terus mengepakkan sayapnya untuk menjaring wisatawan mancanegara khususnya Jepang.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengeluarkan jurus-jurus marketingnya saat menghentak arena Japan Association of Tourism Agents (JATA) Tourism Expo 2015 di Tokyo Big Sight.
Arief disambut hangat saat tiba di Jepang oleh anggota Parlemen Jepang, Toshihiro Nikai, tokoh dari LDP Liberal Democratic Party (LDP), partai yang paling berpengaruh di negeri Matahari. Dalam pertemuan khusus di pameran itu tersebut, ada beberapa permintaan dari Arief.
Pertama, Arief meminta Jepang lebih agresif membuat aktivitas Meetings, Incentives, Conferences, Expo (MICE) di Indonesia. Pijakan logikanya mudah dipahami, pasar otomotif terbesar di dunia produksi Jepang, ada di Indonesia. Perusahaan raksasa seperti Toyota, Honda, Daihatsu, Suzuki, Nissan, Mitsubishi, Kawasaki, makin eksis, bahkan beberapa di antaranya sudah manufacturing di Indonesia. Begitu pun industri elektronik, seperti Panasonic, Sharp, Nippon Denso, Fuji, Canon, Hitachi, dll makin menggurita di Indonesia. "Tidak ada salahnya jika MICE perusahaan itu selalu diadakan di Indonesia" ujar Arief dalam rilis yang diterima, Minggu (27/9).
"Incentives perusahaan bagi karyawan yang berprestasi, diler dan distributor yang sukses memasarkan produknya, diberi hadiah fasilitas liburan ke berbagai destinasi ideal di Indonesia. Yang ke Eropa-Amerika silakan saja, tetapi sebagian dibagi ke Indonesia. Kami punya segalanya, lengkap, alami, baik sumber daya tradisi budaya maupun keasrian alamnya," bujuk Menpar, yang langsung disambut Toshihiro Nikai dengan mengirim minimal 1.000 wisatawan Jepang ke Indonesia, dan akan dilakukan secara regular.
Kedua, lanjut Arief, Jepang harus membangun lebih besar "jembatan udara" sebagai support akan keterbatasan connectivity Jepang-Indonesia. Beberapa kota yang direkomendasi untuk menambah kapasitas angkut via udara adalah Bali, Jakarta dan Batam-Bintan.
"Dari Jepang, bisa dibuka minimal tiga kota, Tokyo, Osaka dan Narita, yang sudah popular dengan destinasi Indonesia," ungkap lulusan ITB Bandung, Surrey University Inggris, dan program Doktoral Unpad itu.
Ketiga, Menpar mengajak kerja sama dalam hal tourism digital marketing bersama-sama. Arief yang mantan Dirut PT Telkom Indonesia itu paham betul, bahwa Jepang adalah negara kepulauan di Asia Pacific yang berjumlah penduduk sekitar 127,3 juta. Dari jumlah itu, 101,2 juta penduduknya merupakan pengguna internet aktif. "Penetrasi pengguna internet jepang sudah 79,5 persen dari total populasi. Dan sekitar 4,2 persen pengguna internet dunia berada di Jepang. Indonesia yang jumlah penduduknya hampir 250 juta jiwa, atau dua kali lipat Jepang, pengguna internetnya baru 88 juta, atau 35 persen saja.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




