Bank Mandiri Proyeksikan Kredit Infrastruktur Rp 30 Triliun
Rabu, 30 September 2015 | 00:48 WIB
Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) menyatakan nominal kredit infrastruktur dalam pipeline perseroan hingga dua tahun mendatang mencapai Rp 30 triliun. Proyek yang dapat didukung bank badan usaha milik negara (BUMN) ini antara lain, adalah proyek terkait energi, pelabuhan laut, listrik, maupun gas.
Director Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan, dari pipeline sebesar Rp 30 triliun itu tidak hanya terdiri dari proyek yang digarap perseroan sendiri. Kendati, sebagai lead pemberian kredit bank berlogo pita emas ini juga memasukan porsi untuk club deal maupun sindikasi dengan bank pembangunan daerah (BPD). Terkait BPD, Bank Mandiri menyatakan, sejauh ini mengajak BPD dari wilayah setempat.
"Dari proyek yang kami list, secara pipeline nominal kredit infrastruktur sebesar Rp 30 triliun. Kami berharap, dapat mencapai target itu. Dengan pembangunan infrastruktur itu, dapat membantu akselerasi percepatan pertumbuhan ekonomi," ujar dia selepas acara pendatanganan kerja sama dengan PT Prima Terminal Petikemas (PTP) di Jakarta, Selasa (29/9).
Adapun, sampai Juni 2015, Bank Mandiri telah mengucuran kredit infrastruktur sebesar Rp38,2 triliun. Dari jumlah itu, sebesar Rp17,9 triliun atau sekitar 47 persen diperuntukkan bagi sektor perhubungan darat, laut, maupun darat.
Sedangkan, dari periode Januari-September 2015 papar Royke, kredit korporasi baru perseroan mencapai sekitar Rp12 triliun. Nominal kredit itu terdiri dari kredit infrastruktur sebesar Rp7 triliun dan koperasi non-infrastruktur Rp 5 triliun. "Sampai akhir tahun, kami menargetkan kredit infrastruktur dapat menyentuh Rp 10 triliun. Kendati, itu memang berarti, tetapi siapa tahu dalam tiga bulan ini ada proyek lagi," tutur dia.
Terkait infrasktruktur, Bank Mandiri baru saja menandatangani perjanjian kerja sama dengan anak usaha Pelindo I, yakni PTP. Perseroan memberikan penyaluran kredit senilai Rp 1,15 triliun untuk membantu pembangunan Terminal Petikemas Belawan Fase 2. Adapun, pembangunan proyek tersebut merupakan langkah aktif Pelindo I untuk memenuhi kebutuhan pelabuhan peti kemas wilayah Sumatera Utara, serta mendukung sistem logistik nasional.
Pembangunan fisik proyek ini direncanakan akan selesai dalam kurun waktu tiga tahun. Pasalnya itu, pembangunan Terminal Petikemas Belawan Fase 2 meliputi pekerjaan reklamasi, pembangunan dermaga, container yard, dan fasilitas pendukung. Selain itu, juga ada penyedian alat bongkar muat petikemas yang terintegrasi dengan teknologi informasi (TI).
"Dari proyek pengembangan terminal itu, kami membiayai sebesar 70 persen, sedangkan sisa 30 persen mereka biayai sendiri," ungkap Royke. Ke depan, tutur dia, perseroan siap membiayai kebutuhan Prima Terminal Petikemas selanjutnya yang berupa pemasangan alat berat di proyek pembangunan Terminal Petikemas Belawan Fase 2. Menurut dia, proyek itu bernilai kisaran Rp700-800 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




