ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pengembangan Batik Harus Bisa Sejahterakan Orang Indonesia

Jumat, 2 Oktober 2015 | 15:32 WIB
KT
B
Penulis: Kharina Triananda | Editor: B1
Ilustrasi pedagang batik
Ilustrasi pedagang batik (Antara)

Jakarta - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengatakan, yang terpenting dari pengembangan produk batik adalah bagaiman produk tersebut bisa menyejahterakan orang Indonesia, khususnya perajin batik. Namun, menurutnya, masih ada ekosistem yang harus diubah bila ingin meningkatkan kesejahteraan perajin batik.

"Di Yogyakarta kalau kita ke toko batik diantarkan tukang becak atau sopir travel, si pengantar tersebut mendapat komisi 30-50 persen dari hasil transaksi antara tamu yang dibawa dengan toko batik. Dengan begitu, toko batik pun banyak yang bersaing harga," ujar Triawan belum lama ini kepada Beritasatu.com di Jakarta.

Dengan begitu, harga yang semakin ditekan pun berdampak pada penghasilan perajin. Ia menyarankan, seharusnya toko-toko batik jangan bersaing harga tetapi bersaing kualitas produk.

"Jangan sampai hal ini menjadi kebiasaan. Saat ini memang sudah ada gerakan yang tidak memberikan tips kepada si pengantar. Semoga hal ini bisa membangun kesadaran semua pihak," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Triawan pun menambahkan bahwa untuk terus mengembangkan industri batik adalah dengan terus meningkatkan sisi konsumsi. Menurutnya, produk budaya yang dikembangkan, otomatis akan terlestarikan.

"Kalau lihat dari populasi, daya beli Indonesia kuat sekali. Jadi, sebaiknya kuatkan konsumsi dalam negeri dulu, baru ke luar negeri," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon