Panjang Menjadi Terminal BBM Terintegrasi Pertama di Indonesia
Selasa, 6 Oktober 2015 | 14:30 WIB
Bandar Lampung - PT Pertamina (persero) sedang melakukan pembangunan New Gantry System (NGS) di Terminal BBM Panjang, Bandar Lampung. NGS merupakan sistem penyaluran BBM dari terminal BBM yang terintegrasi dan serba otomatis.
General Manager Marketing Operation Region II Pertamina, Herman M Zaini mengatakan pembangunan NGS ini dimulai sejak 28 Agustus 2015 yang akan berlangsung selama sekitar sepuluh sampai dua belas belas bulan. Terminal BBM Panjang akan menjadi terminal BBM pertama yang integrated end to end. Artiannya mulai dari penerimaan kapal sampai penyaluran di mobil tangki di Indonesia
"Pembangunan NGS investasi korporasi yang dilakukan Pertamina sebagai keseriusan dalam mewujudkan visi menjadi perusahaan energi kelas dunia," kata Herman di Bandar Lampung, Selasa (6/10).
Herman menuturkan Terminal BBM Panjang akan menjadi salah satu Terminal BBM Pertamina yang menggunakan NGS di samping Instalasi Jakarta Group (Depot Plumpang), Instalasi Surabaya Group, Terminal BBM Tanjung Uban, dan Terminal BBM Bandung Group (Ujung Berung).
Dia membeberkan berbagai keunggulan yang didapat dari penggunaan NGS ini diantaranya waktu penyaluran BBM dari filling shed ke mobil tangki BBM dapat lebih cepat. Kemudian peningkatan layanan kepada konsumen tepat jumlah, mutu, dan waktu. NGS mampu meminimalkan jumlah kehilangan BBM akibat proses alamiah pada saat penyaluran, penurunan biaya operasional, peningkatan utilisasi mobil tangki serta peningkatan safety dan security operasi.
"Setelah pembangunan NGS, Terminal BBM Panjang akan dapat meningkatkan kecepatan pengisian ke mobil tangki dari yang sebelumnya 900 liter per menit menjadi 2.200 liter per menit dan melakukan pengisian bersamaan untuk beberapa produk ke satu mobil tanki," ujarnya.
Terminal BBM Panjang terletak di Kompleks Pelabuhan Panjang Kota Bandar Lampung dan memiliki luas total 35.525 meter persegi. Pasokan BBM Panjang berasal dari Terminal BBM Tanjung Gerem, Kilang Plaju Palembang dan import.
Adapun penyaluran BBM yang dilakukan di Terminal BBM Panjang mencapai rata-rata 4000 kilo liter (KL) per hari untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Provinsi Lampung dan sekitarnya.Selama pembangunan NGS kegiatan operasional Terminal BBM Kertapati tidak akan terpengaruh mengingat letak operasional eksisiting saat ini berbeda dengan letak New Gantry System yang akan dibangun.
NGS juga dilengkapi dengan Vapour Discharge, yaitu sistem untuk mengalihkan buangan uap yang timbul pada saat proses pengisian ke mobil tangki. Perangkat ini juga segera dilengkapi dengan Vapour Recovery Unit, yaitu sistem untuk menapung uap yang timbul selama proses pengisian ke mobil tangki berlangsung, sehingga uap tersebut tidak langsung terbuang ke udara bebas.
Untuk melengkapi New Gantry System, Terminal BBM Panjang akan ditunjang dengan fasilitas serba otomatis diantaranya MOV (Motor Operated Valve), ATG (Automatic Tank Gauging), Gate Access (i-button), Filling Point (Flow-meter, Overfill), Control Room (PLC/Programmable Logic Controller). Dengan dukungan alat serba otomatis tersebut, selain proses pengisian menjadi lebih efisien, potensi human error yang timbul pada sistem manual pun dapat terhindar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
Persiapkan Pemimpin Masa Depan, Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus-Kampus di Indonesia
EKONOMIBERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




