Menhub Minta Sistem Logistik Dioptimalkan
Rabu, 7 Oktober 2015 | 23:27 WIB
Jakarta - Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki jumlah pulau yang terbesar di dunia. Ditambah dengan urbanisasi dan pertumbuhan penduduk yang sedemikian pesat, kinerja transportasi dan logistik memegang peranan yang penting dalam penyediaan jaringan distribusi supply chain yang efisien.
Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, mengatakan, sistem logistik harus dipandang sebagai industri jasa (service industry). "Sayangnya, sistem logistik yang ada sekarang ini masih belum optimal," kata Jonan saat membuka pameran Indonesia Transport Supply Chain & Logistic (ITSCL) 2015 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (7/10).
Indonesia, kata dia, memiliki 1241 pelabuhan umum di seluruh nusantara. Dari angka tersebut, lanjut dia, pihaknya mencoba untuk mengusahakan agar pelabuhan yang ada dikembangkan menjadi sebuah unit bisnis yang terpadu.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kadin, Suryo Bambang Sulistio, mengatakan, masalah logistik telah lama menjadi kendala dalam pembangunan di Indonesia. Indonesia, kata dia, sangat terkenal sebagai negara yang mempunyai biaya logistik paling tinggi yang mencapai 15% terhadap PDB, sedangkan negara ASEAN lainnya hanya mencapai 8%-9%.
"Angin segar kemudian datang, lewat kebijakan presiden Jokowi dalam pembangunan infrastruktur. Kegiatan Supply Chain memegang peran penting, karena indutri manufaktur ada di Jawa, sedangkan sumber bahan ada di pulau lainnya," jelas Suryo.
Semakin dekatnya AEC, kata Suryo, juga harus menjadi perhatian pemerintah. Negara negara ASEAN yang terintegrasi dalam MEA dipandang sebagai bagian dunia yang sangat prospektif sehingga logistik perlu ditingkatkan, secara keseluruhan PDB ASEAN mencapai US$ 2,4 triliun dengan consumer base sebesar 626 juta yang mayoritas berusia produktif dan kelas menengahnya paling banyak di Indonesia. Sedangkan infrastruktur yang baik hanya ada di Singapura, Malaysia dan Thailand.
"Bisnis logistik di kawasan ASEAN telah lama menjadi incaran investor dari Amerika, Korea, Tiongkok, dan Eropa," tambahnya.
Sementara itu, General Manager Reed Panorama Exhibitions, James Boey mengatakan, upaya kolaboratif baik pemerintah maupun sektor swasta merupakan bagian dari solusi untuk membawa reformasi di sektor logistik dan supply chain di Indonesia.
"Pameran ITSCL merupakan jembatan untuk mempertemukan pelaku dan perusahaan transportasi, supply chain dan logistik, serta penyedia solusi untuk membahas dan menemukan solusi terhadap berbagai tantangan AEC, menjalin kemitraan baru dan membuka peluang bisnis di Indonesia," kata James Boey.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




