Menhub Dudy Imbau Maskapai Rute Timur Tengah Tingkatkan Kewaspadaan
Senin, 2 Maret 2026 | 08:37 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengimbau seluruh maskapai penerbangan rute internasional, khususnya dengan tujuan dan atau melintasi kawasan Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini dikeluarkan menyusul eskalasi konflik yang semakin memanas antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
"Sebagian penerbangan internasional yang melewati kawasan Timur Tengah turut terdampak, sebagian dibatalkan. Namun, ada perjalanan yang saat ini belum terdampak. Untuk itu, kami imbau maskapai meningkatkan kewaspadaan dan penumpang secara aktif memantau perkembangan informasi," ujar Menhub Dudy Purwagandhi dalam keterangan resmi, Minggu (1/3/2026).
Terkait maskapai nasional, Dudy memastikan dua maskapai yang kerap melintasi ruang udara Timur Tengah, yakni Garuda Indonesia dan Lion Air hingga saat ini belum terdampak secara signifikan. Ia menyebut penerbangan kedua maskapai menuju Jeddah, Arab Saudi, masih berjalan normal.
Namun, langkah antisipasi telah diambil untuk penerbangan rute Eropa. Penerbangan maskapai nasional, yakni Garuda Indonesia yang menuju Amsterdam terpaksa dialihkan (reroute) melalui Kairo, Mesir.
Sementara itu, sejumlah maskapai penerbangan asing dilaporkan telah mengambil langkah tegas. Beberapa maskapai itu memutuskan untuk membatalkan atau menangguhkan penerbangan dari dan menuju berbagai kota di Timur Tengah, seperti di Amman, Yordania dan Tel Aviv, Israel.
Maskapai yang telah membatalkan perjalanannya antara lain adalah Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, Malaysia Airlines, Phillipine Airlines, Indigo Airlines, Srilanka Airlines, China Southern Airlines, Singapore Airlines, dan Scoot.
Eskalasi konflik ini juga memicu penutupan ruang udara oleh sejumlah negara di Timur Tengah untuk seluruh kedatangan dan keberangkatan, baik penerbangan komersial maupun pribadi. Negara-negara tersebut meliputi Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah.
Dudy menegaskan, aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Kemenhub terus berkoordinasi intensif dengan AirNav Indonesia, maskapai, pengelola bandara, dan otoritas penerbangan asing untuk memperbarui informasi terkait keamanan wilayah Timur Tengah.
"Kami telah berkoordinasi dan meminta maskapai terus memonitor kondisi ruang udara Timur Tengah, termasuk untuk memastikan kelancaran perjalanan umrah,” imbuh Menhub.
Menyusul adanya pembatalan dan penyesuaian penerbangan, Kemenhub juga telah menginstruksikan maskapai dan pengelola bandara untuk memastikan penanganan penumpang terdampak berjalan sesuai prosedur.
Penanganan tersebut mencakup proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi, penyediaan akomodasi, hingga penjadwalan ulang (reschedule) penerbangan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




