Menteri Susi Mulai Soroti Harga Rumput Laut yang Menurun
Sabtu, 10 Oktober 2015 | 18:45 WIB
Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyoroti menurunnya harga rumput laut sehingga pihaknya berharap para pengusaha membeli komoditas itu guna mengatasi permasalahan tersebut. KKP terus mendorong asosiasi rumput laut untuk dapat menyerap stok rumput laut yang dimiliki pembudidaya di Indonesia.
Demikian keterangan tertulis Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Sabtu (10/10).
Menurut Susi, asosiasi rumput laut selayaknya bersepakat dengan KKP agar pembudidaya rumput laut di berbagai daerah juga dapat memperoleh manfaat ekonomi. Berdasarkan hasil identifikasi, rumput laut yang harganya turun adalah jenis gracilaria karena pasokan dari pembudidaya yang lebih banyak dari kebutuhan pasar.
Upaya mempertahankan harga rumput laut, lanjut dia, perlu kesinambungan produksi sehingga harga tetap stabil. KKP menyatakan Asosiasi Pembudidaya Rumput Laut Indonesia (Asperli) akan membantu menyerap kelebihan produksi rumput laut baik gracilaria maupun cottonii dengan patokan harga Rp 6.000 per kilogram untuk gracilaria dengan kadar air 16 hingga 18 persen dan Rp 8.000,00/kg untuk cottonii dengan kadar air 35 hingga 36 persen.
Sebelumnya, pengusaha rumput laut yang tergabung dalam Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) mengatakan bahwa pencapaian hilirisasi akan sulit direalisasikan selama tidak ada kesamaan pemahaman semua pihak, terutama pemerintah tentang wawasan rumput laut dari hulu hingga hilir.
ARLI menegaskan bahwa memajukan komoditas rumput laut nasional, terlebih merealisasikan program hilirisasi, perlu visi, misi, serta pengetahuan yang sama tentang rumput laut agar konsep hilirisasi menjadi matang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




