ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indonesia dan Denmark Perluas Kemitraan di Sektor Bisnis

Minggu, 11 Oktober 2015 | 13:39 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
(beritasatu.com)

Jakarta - Pemerintah Denmark dan Indonesia berencana memperluas kemitraan di sektor bisnis dengan mempertimbangkan potensi-potensi yang besar bagi para pengusaha kedua negara di masa depan.

Menteri Luar Negeri Denmark Kristian Jensen mengatakan bahwa sudah waktunya bagi Denmark dan Indonesia untuk memperluas kemitraan di sektor bisnis dengan mempertimbangkan potensi-potensi yang besar bagi para pengusaha kedua negara kembangkan di masa depan.

"Hubungan politik antara Denmark dan Indonesia telah terjalin lama dan kami sepakat untuk memperkuat kerja sama di sektor bisnis," kata Menteri Luar Negeri Denmark Kristian Jensen, Minggu (11/10).

Denmark mengundang wartawan Indonesia untuk mewawancarai Ratu Denmark Margrethe II dan suaminya Pangeran Consort, Menlu Jensen dan sejumlah pimpinan asosiasi dan pengusaha di Kopenhagen dan sekitarnya selama beberapa hari.

ADVERTISEMENT

Kunjungan tersebut terkait dengan kunjungan kenegaraan pertama Ratu Denmark dan Pangeran Consort ke Indonesia pada 21-24 Oktober, yang disertai Menlu Jensen, Menteri Energi, Utilitas dan Iklim Lars Christian Lilleholt beserta pengusaha.

"Kami telah bertemu Menteri Luar Negeri RI Retno (L.P. Marsudi) di sela-sela sidang Majelis Umum PBB di New York baru-baru ini untuk mempersiapkan kunjungan kenegaraan Ratu Denmark," kata Menlu Jensen.

Lebih jauh Menlu Denmark mengatakan dari perspektif negaranya, Indonesia masuk ke dalam jajaran kekuatan ekonomi terbesar di Asia terutama di kawasan ASEAN dipandang dari pertumbuhan ekonomi dan juga peningkatan jumlah kelas menengahnya.

Dikatakannya, alasan utama kunjungan kenegaraan Ratu Margrethe II dan Pangeran Consort yang disertai para pengusaha ialah untuk memperkuat kerja sama.

"Para pengusaha yang akan datang antara lain berasal dari sektor maritim, transportasi, energi dan agribisnis," katanya.

Hubungan diplomatik Indonesia-Denmark dimulai sejak tahun 1950 namun KBRI Kopenhagen sempat ditutup pada 1965 sampai kemudian dibuka kembali pada 1974.

Posisi penting kedua negara secara geoplitis saat ini dapat dijadikan peluang bagi peningkatan hubungan dalam berbagai kerangka kerja sama dan kolaborasi.

Denmark merupakan negara yang tergabung dalam Nordik dan Uni Eropa, dan Indonesia dalam ASEAN. Indonesia dipandang sebagai kekuatan pendorong dalam perhimpunan regional yang beranggota 10 negara itu dan hubungan lebih erat dengan Indonesia sebagai pusat akan membawa kemungkinan-kemungkinan baru bagi produksi di Indonesia.

Dengan penduduk 5,5 jiwa (Januari 2012) dan menganut sistem pasar terbuka serta GDP per kapita mencapai 278.000 DKK (2011), Denmark menyebut dirinya sebagai salah satu "welfare state" di wilayah Skandinavia.

Pertumbuhan ekonomi berdasarkan "real GDP growth" rata-rata di atas 2 persen tetapi dalam tahun 2011 hanya 1 persen. Ekspor adalah salah satu elemen penting dalam perekonomian negara ini dengan kelompok komoditas utama ialah produk kesehatan, minyak mentah, turbin angin dan makanan jadi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon