APP Dukung Pembangunan Sekat Kanal di Sumsel
Selasa, 13 Oktober 2015 | 17:25 WIB
APP Dukung Pembangunan Sekat Kanal di Sumsel
Jakarta - Pembangunan sekat kanal dan embung air merupakan salah satu solusi pemerintah dalam mengatasi kebakaran, terutama di lahan gambut yang sulit dipadamkan. Perusahaan diwajibkan untuk membangun sekat kanal tersebut.
Sebagai salah satu perusahaan yang memiliki konsesi di daerah terdampak kebakaran beserta perusahaan pemasoknya, Asia Pulp & Paper (APP) berkomitmen mendukung upaya pemerintah tersebut.
"Kami bahu membahu dengan pemerintah, khususnya TNI, untuk perluasan sekat bakar dengan mengerahkan seluruh peralatan yang ada. Kami menyambut baik arahan dan masukan Panglima TNI agar upaya pembangunan kanal dapat lebih efisien dan pembasahan lahan lebih optimal," kata Direktur APP, Suhendra Wiriadinata dalam keterangan tertulis APP di Jakarta, Selasa (13/10).
Suhendra menambahkan, pihaknya terus bekerjasama dengan pemerintah, termasuk TNI, untuk menanggulangi kebakaran hutan.
Sebab, kata dia, kebakaran hutan merupakan bencana tahunan yang tidak hanya merugikan negara dan masyarakat tetapi juga pelaku usaha, termasuk pemegang konsesi hutan tanaman industri (HTI) serta industri hilirnya.
Diperkirakan kerugian investasi pembangunan HTI yang terbakar berkisar Rp 16 juta-Rp 20 juta per hektar. Juga kehilangan potensi pendapatan dari penjualan tanaman yang terbakar, terganggunya kegiatan operasional pengelolaan hutan dan pemanenan, hingga terganggunya pasokan bahan baku bagi industri hilirnya.
Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, mengatakan pemadaman yang dilakukan dengan menggunakan pesawat hanya mampu memadamkan bagian atasnya, tetapi tetap muncul asap karena di dalam gambut tetap masih terdapat bara api.
Sekat kanal akan menjaga kadar air di lahan gambut, atau membuatnya tetap basah, sementara embung dapat menjadi sumber air saat melakukan pemadaman. Rembesan air dari sekat kanal berisi air dapat memadamkan bara api.
Bersama jajarannya dan APP, Gatot baru–baru ini meninjau pembangunan kanal bersekat dan embung air di Musi Banyuasin (Muba), dan Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Sementara itu, BNPB mencatat titik panas (hotspot) baru masih bermunculan. Tercatat ada 138 hotspot di Sumsel pada hari ini. Rawa gambut yang kering dan terlanjur terbakar sulit dipadamkan karena daerah yang terbakar bukan hanya permukaan, bahkan hingga pada kedalaman 5 meter.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




