ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gelar Pelatihan Wirausaha untuk Cegah “Human Trafficking”

Jumat, 16 Oktober 2015 | 22:32 WIB
EH
B
Penulis: Edi Hardum | Editor: B1
Ilustrasi perdagangan manusia
Ilustrasi perdagangan manusia (Istimewa)

Jakarta - Untuk mencegah praktik perdagangan manusia (human trafficking), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat Daya (SDB), Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembinaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja (Binapenta) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia melakukan pendidikan dan pelatihan wirausaha untuk masyarakat SDB.

Pembukaan pendidikan dan pelatihan (diklat) wirausaha itu dimulai di Tambolaka, Kamis (15/10). Acara dibuka Bupati SBD Markus Dairo Talu, didampingi perwakilan Kemnaker mantan Dirjen Binapenta Kemnaker Reyna Usman. Pendidikan dan pelatihan untuk 60 orang peserta tahap pertama ini adalah menjahit, tatarias, salon kecantikan, dan otomotif.

Instruktur dalam acara itu adalah orang-orang trampil yang mengikuti pendidikan khusus instruktur di Solo, Jawa Tengah. "Diharapkan program seperti ini mendapatkan perhatian dan bantuan yang berkelanjutan dari pusat untuk dikembangkan di kantong-kantong TKI sehingga darurat human trafficking dapat diatasi secara lebih baik dan dilakukan kajian yang komprehensif dalam rangka mencari solusi terbaik," kata Markus dalam percakapan telepon dengan SP, Jumat (16/10).

Peserta diklat meliputi tata rias 20 peserta, kursus menjahit 20 peserta dan 15 peserta kursus otomotif (perbengkelan). Pelatihan akan ditindaklanjuti dengan dengan bantuan modal stimulan dari Kemnaker bagi para peserta untuk bisa memulai usahanya secara mandiri.
"Dengan pelatihan seperti itu bisa mengembangkan ketrampilan untuk membuka lapangan kerja secara mandiri dengan ketrampilan yang dimiliki," kata dia.

ADVERTISEMENT

Sementara Reyna Usman mengatakan, pihaknya berharap para peserta diklat selanjutnya bisa menularkan kepada kaum muda lain yang belum mendapatkan pekerjaaan sehingga angka penggangguran SBD bisa dikurangi. Pada tahun mendatang semakin banyak diklat untuk mengurangi pengiriman TKI dari SBD dan menyiapkan tenaga kerja lebih berkualitas.

Dikatakan, program pelatihan tersebut didampingi selama tiga tahun dan para instruktur merupakan profesional yang telah dilatih selama delapan bulan di Solo dan benar-benar terlatih untuk membimbing para tenaga kerja menguasai ketrampilan.

Direktur Padma Indonesia Gabriel Goa mengatakan, pelatihan itu merupakan salah satu solusi mencegah terjadinya trafficking terhadap tenaga kerja Indonesia. Selanjutnya, perlu ada transparansi terhadap pengawasan tenaga kerja dari hulu ke hilir dan mengawasi perusahaan tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang ada.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Arsenal Sengsara Saat Chelsea, dan Spurs Pesta, London Tak Lagi Merah?

Arsenal Sengsara Saat Chelsea, dan Spurs Pesta, London Tak Lagi Merah?

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon